SIGI, theopini.id – Upaya penurunan Stunting di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah kembali ditegaskan sebagai prioritas, setelah rapat monitoring dan evaluasi Inovasi Tuntaskan Stunting Menuju Sigi Emas (TIM GEMAS).
Pertemuan ini, menyoroti dua aspek krusial yakni akurasi data lapangan dan penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci percepatan penanganan.
Baca Juga: Gerakan bersama wujudkan Sigi Zero Stunting dimulai dari Pewunu
“Sebagaimana kita ketahui, stunting di Kabupaten Sigi masih menjadi tantangan bersama, sehingga diperlukan komitmen dan kerja terpadu dari semua unsur,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Samuel Yansen Pongi, dalam sambutannya, Jum’at, 21 November 2025.
Ia menegaskan, percepatan penurunan Stunting tidak bisa dilakukan tanpa fondasi data yang selaras antara desa, fasilitas kesehatan, dan perangkat daerah.
“Data merupakan dasar utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Karena itu, kita tidak boleh main-main dengan data. Akurat atau tidaknya data menentukan tepat atau tidaknya sasaran,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, keberhasilan program Tim GEMAS sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi.
Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI–Polri, pendamping PKH, dan struktur pemerintahan desa diminta bekerja dalam satu visi agar intervensi tidak tumpang tindih.
Baca Juga: Percepatan Penurunan Stunting di Sigi Fokus pada Akurasi Data dan Kolaborasi
Dengan penguatan kerja sama dan sinkronisasi data di lapangan, Wabup Samuel optimistis Kabupaten Sigi dapat mempercepat penurunan prevalensi Stunting.
“Jika semua bergerak bersama, Sigi Emas bukan sekadar slogan, tetapi tujuan nyata menuju prevalensi stunting yang terus menurun hingga zero,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
















