Fathia Minta Pemda Segera Cari Solusi Kekosongan Dokter Spesialis Anak di RSUD Raja Tinombo

PARIMO, theopini.id — Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Fathia meminta, Pemerintah Daerah (Pemda) segera mencarikan solusi atas kekosongan tenaga dokter spesialis, khususnya dokter spesialis anak, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Tinombo.

Ia menyoroti dampak serius yang ditimbulkan akibat berakhirnya kontrak dokter spesialis anak di RSUD Raja Tinombo, yang kini memicu keluhan masyarakat.

Baca Juga: Gelar Reses, Fathia Berikan Bantuan kepada Warga Dapil 2 Parimo

“Saya meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan ini, khususnya percepatan kontrak bagi dokter spesialis anak,” ujar Fathia dalam paripurna DPRD Parimo, Senin, 19 Januari 2026.

Menurutnya, ketiadaan dokter spesialis anak telah merugikan masyarakat, baik dari sisi administrasi maupun pelayanan medis. Sejumlah pasien anak, terutama yang menderita diare, terpaksa hanya ditangani oleh dokter umum.

“Banyak pasien anak yang hanya ditangani dokter umum, sementara keluarganya masih dibebani biaya oleh pihak rumah sakit,” katanya.

Fathia mengungkapkan, berdasarkan hasil komunikasinya dengan pihak BPJS Kesehatan di RSUD Raja Tinombo, seluruh mekanisme pembiayaan tersebut dinilai telah sesuai aturan yang berlaku. Namun, kondisi itu justru semakin memberatkan masyarakat.

“Bahkan pasien yang dipindahkan ke kelas II karena ruang kelas III sedang direhabilitasi tetap dikenakan biaya,” ungkapnya.

Ia menilai, situasi tersebut sangat merugikan masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang bergantung pada layanan kesehatan gratis.

“Semua kondisi ini jelas memberatkan masyarakat kecil. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Baca Juga: Fathia: Relokasi Pedagang Harus Punya Desain yang Matang dan Adil

Untuk itu, ia mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dengan mempercepat proses kontrak dokter spesialis anak, tidak hanya di Raja Tinombo, tetapi juga di seluruh rumah sakit di Kabupaten Parimo.

“Saya berharap pelayanan kesehatan bisa maksimal dan program kesehatan gratis benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Parimo,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar