Kolaborasi BPBD Parimo dan Relawan Dorong Kesadaran Mitigasi Pesisir di Mertasari

PARIMO, theopini.id Upaya penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat terus didorong di wilayah pesisir Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo bersama Relawan Mangrove Teluk Tomini menggelar aksi penanaman mangrove di Pantai Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Minggu, 12 Februari 2026.

“Penanaman mangrove ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap ancaman bencana hidrometeorologi,” jelas Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai.

Menurutnya, vegetasi mangrove berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan erosi. Energi gelombang laut dan angin kencang dapat diredam secara alami, sekaligus mencegah intrusi air laut ke daratan serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

BACA JUGA:  Sekda Nuim Hayat Hadiri Entry Meeting BPK Sulteng

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar penanaman pohon, melainkan bagian dari pembangunan ketahanan wilayah pesisir dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi.

Pendekatan berbasis lingkungan dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi risiko bencana, terutama di kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi dan gelombang pasang.

Rivai menambahkan, keberadaan mangrove memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi karena menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang mata pencaharian masyarakat pesisir.

Selain itu, mangrove berperan dalam penyerapan karbon yang membantu menekan dampak perubahan iklim, khususnya di kawasan Teluk Tomini.

Sementara itu, Sekretaris Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Parimo, Didit Lakoro, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap upaya mitigasi.

BACA JUGA:  32 Tahun Pengabdian AKABRI 91, Polda Sulteng Salurkan 8000 Paket Sembako

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman bencana,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, diharapkan tidak berhenti sebagai aksi simbolis, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar