PALU, theopini.id – Minimnya jumlah dokter spesialis kesehatan jiwa menjadi sorotan dalam pelantikan pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sulawesi Tengah periode 2025–2028. Dari total kebutuhan layanan yang terus meningkat, provinsi ini baru memiliki 14 dokter spesialis jiwa.
“Saya menyampaikan kepada seluruh dokter umum, silakan mendaftar spesialis jiwa. Pembiayaannya melalui program BERANI Cerdas. Alhamdulillah, kita sudah melakukan launching PPDS-1. Saat ini jumlah dokter spesialis kesehatan jiwa di Sulawesi Tengah baru 14 orang. Insyaallah tahun mendatang akan bertambah,” ujar Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr Reny A. Lamadjido, saat melantik pengurus PDSKJI di Kota Palu, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia menegaskan, kesehatan jiwa merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, membuka ruang pembiayaan pendidikan melalui program BERANI Cerdas, guna mendorong lahirnya lebih banyak psikiater di daerah.
Pelantikan pengurus PDSKJI Cabang Sulawesi Tengah periode 2025–2028 ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Pusat PDSKJI Nomor: 052/SK/PDSKJI/XII/2025, dengan dr. Andi Soraya Tendri Uleng, M.Kes., Sp.KJ sebagai ketua, dr. Jalaluddin Yusuf, M.Kes., Sp.KJ(K) sebagai wakil ketua, dr. Patmawati, M.Kes., Sp.KJ sebagai sekretaris, serta dr. Ni Wayan Wirayanti Putri Negara, M.K.M., Sp.KJ sebagai bendahara.
Dalam kesempatan itu, Wagub Reny juga menyoroti meningkatnya kasus gangguan mental di kalangan remaja.
Ia mengungkapkan mulai ditemukannya kasus gangguan bipolar pada siswa tingkat SMA, SMK hingga SMP. Selain itu, Kabupaten Poso tercatat memiliki cukup banyak kasus gangguan kecemasan yang membutuhkan penanganan serius.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kita harus hadir memberikan pendampingan, edukasi, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kepengurusan baru PDSKJI dapat memperkuat deteksi dini, memperluas edukasi kesehatan mental, serta memastikan layanan konsultasi dan terapi lebih mudah diakses masyarakat hingga ke daerah.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar