Gubernur Sulteng Minta OPD Tampilkan Program Lewat Peta Digital Interaktif

PALU, theopini.idPemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beralih ke sistem kerja berbasis data visual, melalui penggunaan peta digital interaktif untuk menampilkan program pembangunan.

“Ke depan kita tidak lagi bertumpu pada laporan tebal. Semua harus ditampilkan dalam bentuk peta kerja yang bisa dibaca dengan cepat dan jelas,” tegas Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid dalam rapat koordinasi bersama seluruh kepala OPD di rumah jabatannya, Rabu, 18 Maret 2026.

Ia menilai, momentum lebih dari 100 hari kerja OPD yang baru dilantik harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan kinerja secara menyeluruh, termasuk meninggalkan pola kerja lama yang dinilai kurang efektif.

Melalui konsep peta hidup, seluruh program pembangunan akan disajikan dalam bentuk peta digital interaktif yang memuat data kegiatan, progres, hingga rencana lanjutan secara terintegrasi.

Sistem ini, memungkinkan setiap OPD mempresentasikan program secara visual, bahkan hingga ke titik lokasi di lapangan, sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi.

Menurut Anwar Hafid, pendekatan ini juga akan memperlihatkan kesinambungan program secara jelas, apakah berjalan berlanjut atau terputus tanpa penyelesaian.

Selain itu, integrasi lintas sektor seperti infrastruktur, kelautan, pertanian, hingga pendidikan akan disatukan dalam satu sistem yang dapat diakses kapan saja, termasuk saat kunjungan lapangan.

Ia menargetkan, dalam dua tahun ke depan seluruh program pembangunan di Sulawesi Tengah sudah terdokumentasi secara visual dalam sistem tersebut.

Gubernur Anwar Hafid juga mendorong OPD, untuk lebih inovatif dan tidak bersikap pasif, mengingat seluruh perangkat daerah merupakan “pemain inti” dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.

Ke depan, konsep ini juga akan diterapkan dalam forum perencanaan seperti Musrenbang serta dalam penyampaian laporan kepada DPR yang akan dibuat lebih ringkas dan mudah dipahami.

Transformasi ini, kata dia, bertujuan untuk mewujudkan perencanaan, penganggaran, dan evaluasi program yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tengah.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar