PARIMO, theopini.id – Keterbatasan stok darah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mendorong Palang Merah Indonesia (PMI), mengintensifkan donor darah untuk mengejar kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 9.000 kantong per tahun.
“Kebutuhan darah di Kabupaten Parimo harusnya sebanyak 2 persen dari jumlah penduduk. Artinya, kita harus mampu memenuhi sekitar 9.000 kantong darah per tahun,” ujar Ketua PMI Parimo, Hj Hestiwati Nanga.
Upaya tersebut terus didorong, salah satunya melalui kegiatan donor darah yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Parimo di halaman Kantor Bupati, Jum’at, 10 April 2026. Dari kegiatan itu, PMI berhasil mengumpulkan 13 kantong darah.
Meski masih jauh dari kebutuhan tahunan, PMI menjadikan momentum tersebut sebagai langkah awal untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam donor darah.
Selain kegiatan seremonial, PMI Parimo juga menggencarkan donor darah secara mobile ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Selain memanfaatkan momen HUT, kami juga melakukan kegiatan donor darah secara mobile ke beberapa OPD,” jelasnya.
Untuk memperkuat ketersediaan stok darah, PMI Parimo turut menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Parigi.
“Belum lama ini kami sudah menandatangani MoU dengan pihak Lapas, tujuannya untuk membantu memenuhi stok kebutuhan darah di daerah,” tambahnya.
Menurut dia, pemenuhan stok darah menjadi sangat krusial, mengingat masih adanya kasus kematian ibu dan anak di daerah tersebut, salah satunya akibat pendarahan yang membutuhkan penanganan cepat dengan ketersediaan darah.
Selain itu, PMI bersama Dinas Kesehatan juga mendorong kembali gerakan pelestarian donor darah di masyarakat sebagai upaya jangka panjang.
Ke depan, PMI Parimo juga merencanakan pembangunan Unit Donor Darah (UDD) seperti yang telah tersedia di sejumlah kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tengah. Rencana tersebut, bahkan telah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah sejak tahun lalu.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar