Pendapatan Tak Capai Target, Wabup Banggai Akui Ketergantungan Transfer Jadi Kendala

BANGGAI, theopini.id Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Banggai tahun anggaran 2025 belum mencapai target, terutama akibat penurunan pada sektor dana transfer.

Kondisi ini, diakui pemerintah daerah sebagai salah satu tantangan utama dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Untuk itu, pandangan dan evaluasi dari DPRD dan masyarakat akan kami jadikan bahan kajian dan penyempurnaan kinerja di masa mendatang,” ujar Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, dalam rapat paripurna bersama DPRD Banggai, Selasa, 21 April 2026.

Dalam penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKP) Bupati Banggai, ia memaparkan, realisasi pendapatan daerah hanya mencapai Rp2,688 triliun dari target Rp2,942 triliun atau 91,39 persen.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Parimo Minta Anggotanya Peka Terhadap Kebutuhan Masyarakat

Meski demikian, kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru melampaui target. Dari target Rp294,5 miliar, realisasi mencapai Rp305,26 miliar.

Sebaliknya, penurunan signifikan terjadi pada pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Dari target Rp2,622 triliun, realisasinya hanya Rp2,358 triliun atau 89,94 persen.

Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp3,052 triliun dari target Rp3,316 triliun atau 92,04 persen, yang mencakup belanja operasi dan belanja modal.

Menurut Furqanuddin, ketergantungan terhadap dana transfer masih menjadi tantangan yang harus dihadapi daerah. Untuk itu, Pemda Banggai terus melakukan pendekatan intensif ke pemerintah pusat guna mempercepat penyaluran dana.

BACA JUGA:  Gubernur Sulteng Terima Audiensi Panitia Haul ke-56 Guru Tua

“Kita perlu melakukan pendekatan untuk meyakinkan bahwa dana transfer ini sangat penting bagi daerah. Harapannya ada dukungan DPRD untuk bersama-sama menyusun roadmap ke kementerian terkait,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan dan penyesuaian anggaran agar program prioritas tetap berjalan.

Ia menambahkan, berbagai capaian kinerja juga telah diraih sepanjang 2025, mulai dari sektor pembangunan manusia, ekonomi, infrastruktur, hingga reformasi birokrasi. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi ke depan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar