FKUB Sulteng Jadikan Kurban Momentum Perkuat Harmoni Lintas Agama

PALU, theopini.id Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan tiga ekor sapi kurban pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, sebagai simbol kepedulian sosial dan penguatan harmoni lintas agama di Bumi Tadulako.

“Kita bersinergi dalam momen keagamaan Islam, ini adalah pesan kuat bahwa toleransi di Sulawesi Tengah berjalan sangat baik,” ujar Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag.

Penyembelihan hewan kurban berlangsung di halaman Sekretariat FKUB Sulawesi Tengah, Kamis pagi, 28 Mei 2026, dan turut dihadiri Kepala Kesbangpol Sulteng Dr. Rachman Ansyari, pengurus FKUB, Wijaya Chandra (Ko Awi), serta Ito Law Putra.

Menariknya, hewan kurban yang disalurkan tahun ini tidak hanya berasal dari internal pengurus FKUB, tetapi juga mendapat dukungan tokoh non-Muslim yang peduli terhadap kerukunan umat beragama.

Dukungan tersebut, datang dari anggota DPR RI Matindas J. Rumambi serta Hendrik G. Lyanto atau Ko Aceo selaku Owner Swissbell Express.

Menurut Prof. Zainal Abidin, keterlibatan tokoh lintas agama dalam momentum Iduladha menjadi gambaran nyata bahwa nilai kemanusiaan dapat menyatukan perbedaan keyakinan.

“Sikap rela berbagi, peduli pada sesama yang kekurangan, dan keinginan untuk melihat orang lain bahagia adalah bahasa universal yang dipahami oleh semua pemeluk agama,” katanya.

Ia menilai, semangat berkurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang menghilangkan ego kelompok demi memperkuat persaudaraan.

“Ini sebagai bukti bahwa kita semua telah berhasil menyembelih ego kelompok masing-masing demi merajut persaudaraan yang lebih kokoh,” ungkapnya.

FKUB Sulawesi Tengah memastikan distribusi daging kurban tidak hanya menyasar umat Islam, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang agama yang membutuhkan, termasuk panti asuhan dan warga kurang mampu.

“Kita ingin kebahagiaan Iduladha ini dapat dirasakan oleh semua umat beragama, tidak hanya Islam, tetapi juga saudara-saudara kita Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha,” tambah Prof. Zainal.

Momentum tersebut, dinilai menjadi cerminan kuatnya toleransi dan kerukunan yang selama ini terjaga di Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat hasil riset Universitas Indonesia yang menempatkan Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama kategori tinggi

Baca berita lainnya di Google News

Komentar