Lantik 11 Kepsek, Hadianto Minta Utamakan Pembinaan Karakter dan Kepemimpinan Humanis

PALU, theopini.id Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan, Kepala Sekolah (Kepsek) tidak hanya bertugas menjalankan administrasi pendidikan, tetapi juga menjadi pemimpin yang mampu membangun karakter siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang humanis.

“Kepala sekolah adalah top manager. Bapak ibu akan diuji melalui jabatan yang diemban hari ini. Bangun komunikasi yang baik dan kekeluargaan dengan seluruh guru tanpa mengesampingkan profesionalitas kerja,” ujar Hadianto Rasyid saat melantik 11 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Palu, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kepala sekolah, guru, dan peserta didik.

Ia mengingatkan para Kepsek agar menghindari sikap arogan, represif, maupun otoriter dalam menjalankan tugas kepemimpinan.

Menurutnya, seluruh siswa harus diperlakukan secara adil dan mendapatkan perhatian yang sama tanpa membedakan kemampuan akademik maupun latar belakang mereka.

“Lihat seluruh siswa seperti anak kandung sendiri. Jangan membeda-bedakan mereka, baik yang memiliki kemampuan akademik tinggi maupun yang masih membutuhkan pendampingan. Berikan kasih sayang, penguatan, dan pendampingan yang baik,” pesannya.

Hadianto juga menyoroti pentingnya pengelolaan sekolah yang transparan dan partisipatif, terutama dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia meminta seluruh Kepsek melibatkan berbagai unsur di lingkungan sekolah, dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program.

“Pengelolaan BOS selalu menjadi catatan dalam berbagai evaluasi. Karena itu saya minta agar dana BOS dikelola dengan berkualitas dan penuh tanggung jawab. Jangan menerapkan manajemen satu arah,” tegasnya.

Selain aspek tata kelola, Wali Kota Palu mendorong sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program pendukung.

Salah satunya dengan membiasakan budaya menabung sejak dini melalui program tabungan pelajar sebesar Rp2.000 per hari yang akan disimpan di bank dan dapat dimanfaatkan siswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia juga meminta sekolah terus mendorong penggunaan Bus Transpalu oleh para pelajar sebagai sarana transportasi yang aman dan gratis, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa.

Di bidang lingkungan, Hadianto mengajak seluruh sekolah membangun budaya hidup bersih dan disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Ia berharap, sekolah-sekolah di Kota Palu mampu meraih predikat Sekolah Adiwiyata melalui penguatan program kebersihan dan kepedulian lingkungan.

Tak kalah penting, wali kota meminta kegiatan pembinaan iman dan takwa (Imtaq) setiap Jumat terus diperkuat sebagai sarana membentuk karakter dan moral generasi muda.

“Pastikan kegiatan Imtaq berjalan dengan baik setiap Jumat. Jadikan ini sebagai momentum pembentukan karakter generasi masa depan Kota Palu,” ujarnya.

Pelantikan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Palu tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi aparatur sipil negara yang memasuki masa purna bakti.

Dalam kesempatan itu, wali kota turut menyampaikan apresiasi atas pengabdian para ASN yang telah menyelesaikan masa tugasnya serta berharap tetap berkontribusi bagi masyarakat melalui pengalaman yang dimiliki.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar