GORONTALO, theopini.id – Kuota Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Provinsi Gorontalo bertambah menjadi 6.066 unit.
Penambahan sebanyak 2.000 unit tersebut, merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Sebenarnya 3.000 rumah, cuma kita hitung waktunya tidak mungkin kita kejar menyelesaikan tahun ini. Diminta oleh kasatkernya kalau bisa 2.000 rumah dulu. Nanti kita selesaikan dulu ini, kemudian kita minta lagi banyak-banyak,” ujar Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat meninjau progres pembangunan rumah penerima bantuan di Kelurahan Bionga, Kabupaten Gorontalo, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pada awalnya Provinsi Gorontalo memperoleh alokasi 4.066 unit rumah melalui Program BSPS.
Setelah dilakukan percepatan pembangunan, sekaligus penyelesaian legalitas lahan penerima manfaat, pemerintah pusat menambah kuota sebanyak 2.000 unit.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Gusnar melihat langsung progres pembangunan empat rumah penerima bantuan.
Ia mengapresiasi semangat masyarakat yang ikut berpartisipasi menyelesaikan pembangunan rumahnya, bahkan sebagian penerima bantuan menambah biaya secara mandiri sehingga rumah yang dibangun memiliki ukuran lebih besar dari nilai bantuan yang diterima.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mempercepat penyelesaian legalitas tanah bagi penerima bantuan.
Warga yang belum memiliki sertifikat difasilitasi melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), sehingga seluruh penerima bantuan dapat memiliki kepastian hukum atas kepemilikan rumah dan tanahnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin













