PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengumumkan hasil tes urine yang telah dilakukan terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan sejumlah peserta lainnya.
Dari 1.108 orang yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 31 orang dinyatakan positif menggunakan zat yang terindikasi narkotika maupun obat-obatan tertentu.
Wakil Bupati (Wabup) Parimo, H Abdul Sahid, mengatakan seluruh peserta yang hasil tesnya terindikasi positif akan menjalani proses rehabilitasi sesuai mekanisme yang berlaku. Setelah itu, mereka juga akan kembali menjalani tes urine sebagai bentuk evaluasi.
“Dalam waktu dekat akan kita undang untuk meminta persetujuan mengenai bentuk rehabilitasi yang akan mereka jalani,” kata Abdul Sahid di ruang kerjanya, Senin, 3 Agustus 2026.
Dari 31 orang yang dinyatakan positif, tiga di antaranya merupakan siswa SMA, satu orang anggota DPRD, sedangkan 27 lainnya merupakan aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Abdul Sahid, pelaksanaan tes urine merupakan bagian dari komitmen Pemda Parimo, dalam memberantas penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan pemerintahan.
Ia menegaskan, peserta yang telah menjalani rehabilitasi akan kembali menjalani tes urine. Apabila hasilnya masih positif, maka penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Kalau dites lagi masih positif, kita akan serahkan kepada penegak hukum untuk diproses sesuai kewenangannya,” ujarnya.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan bentuk ketegasan pemerintah dalam memberikan efek jera terhadap ASN yang terlibat penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Kepala BNNK Poso, AKBP Pradiptya Mahayana menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian peserta positif mengandung methamphetamine, sedangkan lainnya positif benzodiazepine yang merupakan golongan obat-obatan tertentu.
Ia merinci, sebanyak 12 orang dinyatakan positif methamphetamine, termasuk dua siswa. Kemudian tujuh orang terdeteksi positif kombinasi methamphetamine dan amphetamine. Selebihnya dinyatakan positif benzodiazepine.
“Untuk satu anggota legislatif juga terindikasi positif benzodiazepine dan saat pemeriksaan yang bersangkutan menunjukkan obat yang dikonsumsinya,” jelas Pradiptya.
Meski tidak mengungkap identitas maupun jabatan ASN yang hasil tesnya positif, Pradiptya menyebut sebagian besar peserta yang terdeteksi menggunakan methamphetamine merupakan laki-laki.
Selain itu, H Abdul Sahid mengingatkan seluruh ASN agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Ia memastikan, Pemda Parimo akan terus melaksanakan tes urine secara berkala, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah.
Baca berita lainnya di Google News














