PALU, theopini.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menegaskan, pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027, harus menjadi ruang penyambutan mahasiswa baru yang ramah, edukatif dan bebas dari perundungan maupun kekerasan.
“Mahasiswa baru memasuki dunia perguruan tinggi dengan harapan dan cita-cita besar. Tugas kita adalah menyambut mereka dengan hangat, bukan menakut-nakuti. PBAK harus menyenangkan, membangun rasa percaya diri, dan mendidik tanpa ada unsur perundungan (bullying) atau kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegas Rektor UIN Datokarama Palu, Profesor Lukman Thahir, saat memberikan arahan dalam rapat perdana Panitia PBAK di Kota Palu, Selasa, 11 Agustus 2028.
Menurutnya, PBAK merupakan pintu awal mahasiswa baru mengenal lingkungan akademik sekaligus nilai-nilai keislaman yang dikembangkan UIN Datokarama. Karena itu, pengalaman pertama mahasiswa di kampus harus meninggalkan kesan positif.
Ia meminta panitia mengedepankan pendekatan edukatif, empati dan kegembiraan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“PBAK harus menjadi kesan pertama yang menyenangkan dan membahagiakan mahasiswa baru, tanpa ada kesan buruk,” ujarnya.
UIN Datokarama akan menggelar Pra-PBAK pada 21 Agustus, dilanjutkan PBAK pada 22–24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa baru, termasuk 21 mahasiswa internasional yang berasal dari 12 negara.
Keberadaan mahasiswa internasional tersebut, juga akan menjadi bagian dari pengenalan dalam rangkaian PBAK.
Lukman mengatakan, para mahasiswa dari berbagai negara itu akan diperkenalkan kepada seluruh mahasiswa baru.
“Dalam PBAK ini, 21 orang mahasiswa baru UIN Datokarama yang berasal dari 12 negara, akan diperkenalkan kepada seluruh mahasiswa baru,” sebutnya.
Selain memastikan kegiatan berlangsung tanpa kekerasan, ia meminta panitia menyiapkan pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta selama pelaksanaan PBAK.
Menurutnya, aspek keselamatan dan kenyamanan mahasiswa baru harus menjadi perhatian sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Konsep PBAK yang ramah dan inklusif tersebut, sejalan dengan komitmen UIN Datokarama untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang tanpa tekanan dalam bentuk kekerasan maupun perundungan.
Dengan pendekatan tersebut, PBAK diharapkan tidak lagi dipandang sebagai ajang yang menguji ketahanan fisik mahasiswa baru, melainkan sebagai momentum memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus menyambut mereka sebagai bagian dari keluarga besar UIN Datokarama Palu.
Pihak kampus optimistis suasana orientasi yang positif dapat membantu mahasiswa baru beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan perguruan tinggi, dan memulai perjalanan akademiknya dengan percaya diri.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati













