PALU, theopini.id – Lembaga pendidikan profesi Widyaloka Palu terus menyesuaikan program pendidikannya dengan kebutuhan dunia kerja.
Pola pembelajaran yang memadukan teori, praktik, simulasi industri hingga pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang siap bersaing.
“Tidak gampang suatu perusahaan langsung merekrut kalian. Ini adalah bukti kualitas lulusan Widyaloka,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rudi Dewanto saat mewakili Gubernur pada Graduation Ceremony Peserta Didik Widyaloka Palu Angkatan 2025/2026 di Kota Palu, Sabtu, 19 September 2026.
Menurutnya, salah satu indikator kualitas pendidikan Widyaloka terlihat dari sejumlah alumninya yang langsung direkrut perusahaan tempat mereka menjalani kerja praktik maupun simulasi industri.
Ia menilai, pengalaman yang diperoleh peserta didik selama mengikuti proses pendidikan menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja.
“Ini lah mengapa program pendidikan profesi satu tahun Widyaloka Palu banyak diminati masyarakat,” ujarnya.
Rudi mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berkomitmen memperluas akses bagi lulusan pendidikan profesi, baik untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Bagi lulusan yang ingin mencari pekerjaan, pemerintah menyediakan portal SIPEKERJA yang dapat dimanfaatkan untuk mengakses berbagai informasi lowongan kerja.
Sementara bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tersedia program BERANI Cerdas Kuliah dengan fasilitas pembiayaan UKT gratis bagi mahasiswa ber-KTP Sulawesi Tengah, di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.
“Semoga adik-adik bisa memberi warna bagi pembangunan Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Widyaloka Palu, Nirwan Hudri, S.T., M.M., menegaskan komitmen lembaganya untuk menjadi salah satu lembaga pendidikan profesi terbaik di kawasan Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Tengah.
Komitmen tersebut, diwujudkan dengan terus menyesuaikan program pendidikan terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
Salah satunya melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam sejumlah mata kuliah.
Widyaloka juga membuka program pendidikan multiprofesi yang dilengkapi dengan pembelajaran Bahasa Mandarin.
Program tersebut, merespons tingginya kebutuhan perusahaan di Kawasan Industri Morowali terhadap tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Mandarin.
“Sejak awal berdiri Widyaloka bertujuan melahirkan tenaga kerja multiskill di berbagai bidang kerja yang ditunjang kemampuan teknologi yang tinggi,” terang Nirwan.
Menurutnya, penguasaan berbagai keterampilan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperbesar peluang mereka terserap di dunia kerja.
Graduation Ceremony Widyaloka Palu Angkatan 2025/2026 sendiri diikuti sebanyak 133 peserta didik.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi
















