the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, Disdikbud Parimo Pilih Tempuh Mediasi

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
24 September 2026
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
24 September 2026
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, Disdikbud Parimo Pilih Tempuh Mediasi

Plt Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti. (Foto: Isra Labudi)

Baca Juga

Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

PARIMO, theopini.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memilih menempuh jalur mediasi untuk menyelesaikan kasus dugaan kekerasan terhadap seorang siswa SD berusia 11 tahun di Kecamatan Ampibabo yang melibatkan oknum guru perempuan berinisial S.

Plt Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti, mengatakan pihaknya telah memberikan pembinaan kepada guru yang bersangkutan setelah menerima informasi mengenai kasus tersebut. Namun, ia mengakui informasi itu baru diterima sekitar dua minggu setelah kejadian.

“Memang betul, saya baru menerima informasi kasus itu tiga hari lalu. Padahal, kejadian itu sudah dua minggu,” kata Sunarti saat dihubungi, Kamis, 24 September 2026.

Setelah menerima informasi, Disdikbud Parimo kemudian memanggil guru S, kepala sekolah, dan Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Ampibabo untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Ia mengatakan guru yang bersangkutan kemudian diberikan pembinaan sekaligus peringatan agar tidak mengulangi tindakan serupa.

“Dari pihak dinas memberikan semacam peringatan dulu dengan cara saya suruh buat surat pernyataan. Surat pernyataan di atas meterai bahwa kalau melakukan tindakan yang sama lagi, maka saya tidak lagi memberikan teguran, tapi langsung dikenakan sanksi disiplin atau apa pun itu oleh dinas,” ujarnya.

Guru tersebut juga diminta membuat surat pernyataan bermeterai yang disaksikan kepala sekolah dan Korwil Kecamatan Ampibabo. Namun, penanganan tersebut belum membuat persoalan berhenti.

Setelah pembinaan dilakukan, keluarga siswa kembali datang ke Disdikbud Parimo bersama pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Dalam pertemuan itu, keluarga meminta agar guru S dimutasi ke sekolah lain.

“Pokoknya, Bu, kami minta ibu guru itu mutasi. Hanya itu yang kami minta. Kalau sudah dimutasi, selesai urusan. Buat kami tidak ada masalah lain,” kata Sunarti mengutip permintaan keluarga siswa.

Sementara itu, siswa yang menjadi korban disebut telah 12 hari tidak bersekolah. Sunarti mengatakan kondisi tersebut terjadi karena anak masih merasa takut kembali ke sekolah selama guru yang bersangkutan masih berada di lingkungan sekolah.

Dengan kondisi tersebut, langkah sementara yang disiapkan Disdikbud Parimo bukan pembebastugasan guru, melainkan meminta agar guru tersebut tidak mengajar di kelas korban dan sementara digantikan guru lain.

“Saya sampaikan, guru itu jangan lagi jadi wali kelas di kelasnya anak ini. Sementara digantikan guru lain supaya anak ini tidak ada ketakutan untuk sekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, Disdikbud Parimo masih menunggu proses mediasi yang akan melibatkan kepolisian. Mediasi tersebut direncanakan karena selain persoalan dugaan kekerasan terhadap siswa, muncul pula persoalan dugaan ancaman yang disebut melibatkan suami guru tersebut.

“Kami hanya meminta kesediaan pihak kepolisian untuk menjadi mediator dalam hal ini, karena ada hubungannya dengan pengancaman oleh suami guru tersebut,” kata Sunarti.

Persoalan pendampingan terhadap korban juga masih dalam tahap koordinasi. Sunarti mengatakan pihak DP3AP2KB Parimo akan membantu menghadirkan psikolog karena anak disebut mengalami trauma.

“Kalau menurut Pemberdayaan Perempuan, karena traumanya cukup tinggi, tentu mungkin dia membutuhkan penanganan secara khusus oleh psikolog,” ujarnya.

Sunarti berharap mediasi yang direncanakan berlangsung pekan depan menghasilkan kesepakatan. Jika guru tersebut disepakati untuk dimutasi, Disdikbud akan segera memproses pemindahannya.

“Kami berharap minggu depan, kalau memang sudah disepakati bahwa guru tersebut harus mutasi, maka langsung kita buatkan nota tugas untuk perpindahannya ke sekolah lain,” tandasnya.

Sebelumnya, siswa laki-laki berusia 11 tahun yang duduk di kelas V salah satu SD di Kecamatan Ampibabo, diduga mengalami kekerasan fisik oleh oknum guru berinisial S pada 10 September 2026.

Kasus tersebut, kemudian dilaporkan pihak keluarga kepada kepolisian dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/134/IX/2026/Res Parimo/Polda Sulawesi Tengah. Keluarga korban sebelumnya juga telah meminta pendampingan kepada DP3AP2KB Parimo terkait persoalan tersebut.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DisdikbudParimo#DP3AP2KBParimo#Kemendikdasmen#KemenPPPA#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Banjir Rendam Tiga Desa di Kasimbar, BPBD Parimo Soroti Gorong-gorong Trans Sulawesi

Next Post

Sampah Parimo 84 Ribu Ton per Tahun, Baru 12,46 Persen Terkelola

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Siswa SDN Toboli Raih Nilai Tertinggi ORBEST 2026 se-Sulteng

Siswa SDN Toboli Raih Nilai Tertinggi ORBEST 2026 se-Sulteng

4 Oktober 2026
Wabup Parimo Minta Guru Bangun Suasana Belajar yang Aman dan Menyenangkan bagi Peseta Didik

Wabup Parimo Minta Guru Bangun Suasana Belajar yang Aman dan Menyenangkan bagi Peseta Didik

30 September 2026
Bupati Erwin Dorong PGRI Bangun Koordinasi dengan Disdikbud Parimo

Bupati Erwin Dorong PGRI Bangun Koordinasi dengan Disdikbud Parimo

30 September 2026
Oknum Guru SD di Ampibabo Dimutasi, Proses Hukum Kasus Dugaan Kekerasan Siswa Tetap Jalan

Oknum Guru SD di Ampibabo Dimutasi, Proses Hukum Kasus Dugaan Kekerasan Siswa Tetap Jalan

28 September 2026
Dua Capaian Pendidikan Antarkan Parimo Raih Penghargaan Bage Nggabelo 2026

Dua Capaian Pendidikan Antarkan Parimo Raih Penghargaan Bage Nggabelo 2026

26 September 2026
13.171 Anak Tercatat Tak Sekolah di Parimo, Banyak Data Ganda

13.171 Anak Tercatat Tak Sekolah di Parimo, Banyak Data Ganda

24 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

8 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.8 M Guncang 230 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

8 Oktober 2026
Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

8 Oktober 2026
651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

8 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pencarian Nelayan Hilang Kontak di Touna Hari Kedua Masih Nihil

Pencarian Nelayan Hilang Kontak di Touna Hari Kedua Masih Nihil

3 Oktober 2026
Maulid Nabi di Tombi, Wabup Parimo Ingatkan Bahaya Narkoba dan Judi Online

Maulid Nabi di Tombi, Wabup Parimo Ingatkan Bahaya Narkoba dan Judi Online

5 Oktober 2026
Pelajar 17 Tahun Tewas Usai Kehilangan Kendali di Jalan Trans Sulawesi Banggai

Pelajar 17 Tahun Tewas Usai Kehilangan Kendali di Jalan Trans Sulawesi Banggai

3 Oktober 2026
TP-PKK Parimo Sosialisasikan Stunting, CKG dan Pencegahan TBC kepada Kader

TP-PKK Parimo Sosialisasikan Stunting, CKG dan Pencegahan TBC kepada Kader

2 Oktober 2026
Lima SPPG di Parimo Belum Kantongi Pertek Limbah, DLH Targetkan Rampung 2026

Lima SPPG di Parimo Belum Kantongi Pertek Limbah, DLH Targetkan Rampung 2026

7 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d