the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak pada 2026 di Parimo Nyaris Samai Angka 2025

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
20 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
20 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak pada 2026 di Parimo Nyaris Samai Angka 2025

Grafik kasus kekerasan perempuan dan anak pada 2025 dan 2026 yang hanya terpaut dua kasus. (Sumber: DP3AP2KB Parimo)

Baca Juga

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

PARIMO, theopini.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, telah mencapai 65 kasus hingga Agustus 2026. Angka tersebut, nyaris menyamai total kasus sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 67 kasus.

Dengan 2026 masih menyisakan beberapa bulan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Parimo berpotensi kembali bertambah hingga akhir tahun. Kondisi ini, menunjukkan perlunya penguatan upaya pencegahan dan perlindungan terhadap kelompok rentan tersebut.

“Peningkatan kasus memang cukup tinggi dibandingkan dengan data kasus 2025. Kemungkinan besar karena para korban semakin sadar hukum dan memahami alur pelaporan kasus kekerasan tersebut,” ungkap Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Parimo, Kartikowati, di Parigi, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dari 65 kasus yang tercatat sepanjang Januari hingga Agustus 2026, korban perempuan sebanyak 30 orang, sedangkan korban anak mencapai 35 orang.

Berdasarkan jenis kekerasan, tercatat 18 kasus kekerasan fisik terhadap orang dewasa dan delapan kasus terhadap anak. Selain itu, terdapat satu kasus kekerasan psikis terhadap korban dewasa.

Kekerasan seksual masih menjadi kasus yang cukup dominan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 26 kasus kekerasan seksual dengan korban dewasa maupun anak.

“Seperti tahun sebelumnya, kasus kekerasan seksual ini masih didominasi anak di bawah umur dengan jumlah 26 kasus pada 2026,” bebernya.

Selain itu, DP3AP2KB Parimo mencatat dua kasus kejahatan digital dengan korban orang dewasa dan anak pada tahun ini.

Kondisi tersebut, menunjukkan bahwa kerawanan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya terjadi di lingkungan kehidupan sehari-hari, tetapi juga telah merambah ruang digital, termasuk media sosial.

“Sementara pelakunya masih sama seperti tahun sebelumnya, didominasi orang-orang terdekat, seperti ayah kandung, ayah sambung, kakek, paman hingga pacar,” imbuhnya.

Hanya Terpaut Dua Kasus

Sebagai pembanding, berdasarkan data DP3AP2KB Parimo, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 67 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan jumlah korban terdiri atas 24 orang dewasa dan 43 anak.

Dari keseluruhan kasus tersebut, tercatat 15 kasus terhadap orang dewasa dan satu kasus penelantaran terhadap orang dewasa. Sementara kasus kekerasan seksual tercatat melibatkan delapan korban dewasa dan 33 anak.

Selain itu, terdapat dua kasus lainnya melibatkan anak di bawah umur yang masuk dalam pencatatan DP3AP2KB Parimo.

Jika dibandingkan dengan data tersebut, jumlah kasus hingga Agustus 2026 sudah mencapai 65 kasus atau hanya terpaut dua kasus dari total sepanjang 2025.

Dengan demikian, angka kasus pada 2026 berpotensi melampaui capaian tahun sebelumnya, apabila tren pelaporan terus berlangsung hingga akhir tahun.

Kartikowati mengatakan, DP3AP2KB Parimo terus berupaya mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan memperkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum.

Pihaknya juga terus menggencarkan sosialisasi pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta perkawinan anak di bawah umur.

Selain upaya pencegahan, DP3AP2KB Parimo telah menyiapkan psikolog klinis untuk membantu pemulihan kondisi psikis para korban.

Upaya tersebut, juga mendapatkan dukungan Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp480 juta pada tahun ini. Anggaran tersebut, dialokasikan untuk sosialisasi di 15 kecamatan, pendampingan korban, serta layanan visum gratis bagi korban.

“Melihat tingginya kasus hingga saat ini, yang kemungkinan akan bertambah, alokasi anggaran ini tidak akan cukup. Namun, kami berupaya untuk memaksimalkan pelayanan melalui program Berani Sehat untuk visum gratis dan Dana Alokasi Umum (DAU),” ungkapnya.

Kartikowati mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di lingkungan masing-masing.

Ia juga meminta masyarakat menghilangkan stigma negatif terhadap korban, agar tercipta rasa aman dan nyaman, sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kepedulian untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak atau kelompok rentan harus terus ditingkatkan, agar mereka bisa lebih aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DP3AP2KBParimo#Kartikowati#KemenPPPA#MenPPPA#parigimoutong#PemdaParimo#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Polda Sulteng Salurkan 1.300 Paket Sembako dalam Bakti Kesehatan Polri di Palu

Next Post

Potensi Investasi Tarik WNA, TIMPORA Parimo Perkuat Deteksi Dini

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

7 Oktober 2026
Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

6 Oktober 2026
Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

6 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Parimo, BPBD Tunggu Penjelasan Resmi BMKG

Kabut Asap Selimuti Parimo, BPBD Tunggu Penjelasan Resmi BMKG

5 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Gempa Bumi Terkini 5.8 M Guncang 230 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

8 Oktober 2026
Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

8 Oktober 2026
651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

8 Oktober 2026
Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

7 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

6 Oktober 2026
Lansia 70 Tahun Belum Kembali Usai Mencari Kayu Bakar di Bukit Limpo

Lansia 70 Tahun Belum Kembali Usai Mencari Kayu Bakar di Bukit Limpo

7 Oktober 2026
Integrasi Data Pertanahan, Pemda Parimo Gandeng BPN Perkuat Pendapatan Daerah

Integrasi Data Pertanahan, Pemda Parimo Gandeng BPN Perkuat Pendapatan Daerah

7 Oktober 2026
Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

3 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 6.1 M Guncang 14 km BaratDaya KODI-SUMBABARATDAYA-NTT

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d