the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Parlemen

7 Fraksi DPRD Parimo Sepakat KUPA-PPAS Perubahan Dibahas ke Tingkat Selanjutnya dengan Catatan

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
20 Agustus 2026
in Parlemen
Reading Time: 5 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
20 Agustus 2026
in Parlemen
Reading Time: 5 mins read
7 Fraksi DPRD Parimo Sepakat KUPA-PPAS Perubahan Dibahas ke Tingkat Selanjutnya dengan Catatan

Sidang paripurna DPRD Parimo dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi atas KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu, 19 Agustus 2026. (Foto: Oppie)

Baca Juga

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

PARIMO, theopini.id – Tujuh fraksi DPRD Parigi Moutong (Parimo) menyatakan sepakat agar rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya bersama Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Kesepakatan tersebut, disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Parimo masa sidang ketiga tahun 2026, Rabu malam, 19 Agustus 2026, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda), Zulfinasran A. Tiangso.

Dalam rapat tersebut, masing-masing fraksi DPRD Parimo menyampaikan pandangan umum terhadap rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026.

Meski menyatakan menerima untuk dibahas lebih lanjut, sejumlah fraksi memberikan catatan kritis terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah daerah, terutama terkait penurunan dana transfer pusat, efektivitas program baru, pemerataan belanja modal, hingga keberpihakan anggaran terhadap masyarakat.

Salah satu sorotan datang dari Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Feiny Mike Kairupan.

Fraksi PDI Perjuangan menyoroti dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp114.149.406.285. Pemerintah daerah diminta memastikan penggunaan dana tersebut tidak berdampak terhadap pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029.

“Bagaimana penggunaan dana transfer dari pusat sebesar Rp114.149.406.285 agar tidak memicu kegagalan target pembangunan di RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029,” ujar Feiny saat membacakan pandangan fraksinya.

Selain persoalan dana transfer, PDI Perjuangan mempertanyakan penambahan program dan kegiatan baru dalam perubahan anggaran 2026.

Feiny meminta pemerintah menjelaskan seberapa besar dampak program tersebut terhadap pengentasan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja, mengingat waktu pelaksanaan tahun anggaran 2026 yang tersisa relatif terbatas.

“Seberapa besar dampaknya dalam mengentaskan kemiskinan dan membuka lapangan kerja pada sisa waktu tahun anggaran 2026 ini,” katanya.

Fraksi PDI Perjuangan menegaskan setiap program baru dalam perubahan APBD harus memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat dan realistis dilaksanakan pada sisa waktu tahun anggaran.

Fraksi ini, juga mendesak agar peningkatan belanja modal dialokasikan secara adil dan merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong.

“Fraksi PDI Perjuangan mendesak agar peningkatan belanja modal benar-benar dialokasikan secara adil dan merata di seluruh wilayah kecamatan, bukan hanya menumpuk pada wilayah tertentu saja,” tegas Feiny.

NasDem Soroti Tekanan Fiskal

Catatan lebih luas disampaikan Fraksi Partai NasDem melalui juru bicaranya, Salimun.

NasDem menyoroti kontraksi pendapatan daerah pascaperubahan sebesar Rp309.156.262.926, dari Rp1.731.919.344.287 menjadi Rp1.622.759.081.361.

Penurunan tersebut, antara lain dipicu berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp114.049.462.785 akibat kebijakan realokasi dan refocusing DAU/DAK.

Di tengah kondisi tersebut, NasDem mempertanyakan proyeksi kenaikan PAD yang hanya sebesar Rp1.453.386.584, dari sekitar Rp186,25 miliar menjadi Rp187,71 miliar.

Salimun mempertanyakan alasan pemerintah menggunakan proyeksi PAD yang dinilai terlalu pesimistis, ketika daerah menghadapi tekanan akibat berkurangnya transfer pusat.

NasDem juga meminta evaluasi terhadap potensi kebocoran retribusi, termasuk sektor mineral bukan logam dan batuan atau galian C, pariwisata, serta sejumlah sektor retribusi lainnya.

Sebagai solusi, pemerintah didesak memperkuat digitalisasi pajak dan retribusi melalui penerapan e-retribusi, sekaligus mengoptimalkan penagihan piutang pajak daerah yang macet.

Belanja Operasi dan Modal Jadi Sorotan

Fraksi NasDem juga menyoroti kenaikan belanja operasi sebesar Rp33.398.844.764 di tengah penurunan pendapatan daerah.

NasDem meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai proporsi kenaikan tersebut, yang benar-benar digunakan untuk pelayanan dasar masyarakat dibandingkan belanja penunjang aparatur.

Fraksi ini merekomendasikan moratorium parsial terhadap belanja non-esensial dan melakukan refocusing agar anggaran lebih diarahkan pada ketersediaan obat-obatan esensial, perluasan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi warga miskin serta insentif tenaga honorer di wilayah pedalaman.

Sementara pada belanja modal, NasDem mencatat adanya tambahan alokasi sebesar Rp18.154.653.498, dari sekitar Rp33,16 miliar menjadi Rp51,18 miliar.

Pemerintah diminta memastikan tambahan belanja tersebut, dapat direalisasikan dalam waktu yang tersisa dan tidak melahirkan proyek mangkrak atau persoalan pembayaran pada akhir tahun anggaran.

NasDem mendorong agar belanja modal lebih diarahkan pada infrastruktur yang memberikan manfaat langsung, seperti normalisasi tanggul sungai, penanganan titik rawan banjir bandang, perbaikan infrastruktur dalam Kota Parigi, jembatan penghubung kantong produksi pertanian yang rusak, serta jaringan air bersih desa.

Anggaran Harus Berpihak kepada Rakyat

NasDem juga menekankan pentingnya keberpihakan fiskal. Menurut fraksi tersebut, anggaran publik harus menjadi instrumen redistribusi kesejahteraan, bukan berorientasi pada kebutuhan birokrasi.

Fraksi mempertanyakan berapa besar porsi belanja daerah pascaperubahan yang benar-benar sampai kepada masyarakat melalui bantuan sosial produktif, jaminan kesehatan dan stimulus ekonomi.

NasDem mendorong agar anggaran lebih diarahkan untuk pemulihan daya beli petani, penanganan stunting dan pengendalian inflasi.

Usulan lainnya mencakup subsidi pupuk bagi petani, dukungan alat dan perlindungan bagi nelayan kecil serta penguatan operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Transfer Desa dan SiLPA

NasDem juga memberikan perhatian serius terhadap penurunan belanja transfer yang dalam pandangannya tercatat sebesar Rp186.643.552.159, dari sekitar Rp300,61 miliar menjadi Rp183,55 miliar.

Fraksi mempertanyakan apakah rasionalisasi tersebut berdampak terhadap Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 10 persen yang menjadi hak 278 desa di Parigi Moutong.

NasDem meminta pemerintah memberikan jaminan bahwa rasionalisasi belanja transfer tidak menyentuh penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa maupun tunjangan BPD.

Selain itu, Fraksi NasDem menyoroti pemanfaatan SiLPA sebesar Rp41,73 miliar. SiLPA dinilai harus diarahkan pada kebutuhan publik yang strategis dan tidak digunakan untuk kepentingan instansional.

NasDem mengusulkan SiLPA diprioritaskan untuk melunasi utang pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD serta membentuk dana cadangan tanggap bencana daerah, mengingat sejumlah wilayah Parigi Moutong berada di zona rawan bencana.

Tetap Berlanjut ke Pembahasan

Meskipun memberikan sejumlah catatan, baik Fraksi PDI Perjuangan maupun Fraksi NasDem menyatakan menerima rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD dan TAPD.

Catatan kedua fraksi tersebut, menegaskan bahwa persetujuan pada tahap awal bukan berarti tanpa pengawasan. Pembahasan selanjutnya diharapkan mampu memastikan perubahan APBD benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, menjaga target pembangunan, memperluas manfaat program, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh Kabupaten Parimo.

Dengan demikian, kesepakatan tujuh fraksi untuk melanjutkan pembahasan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 disertai tuntutan agar pemerintah daerah memperhatikan berbagai catatan yang disampaikan masing-masing fraksi sebelum memasuki tahap pembahasan dan penetapan akhir.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DPRDParimo#parigimoutong#PemdaParimo#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Gempa Bumi Terkini 5.6 M Guncang 37 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

Next Post

Gempa Bumi Terkini 5.7 M Guncang 39 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Banmus DPRD Parimo Sampaikan Empat Rekomendasi dalam Rencana Kerja 2027

Banmus DPRD Parimo Sampaikan Empat Rekomendasi dalam Rencana Kerja 2027

29 September 2026
Bahas Ranperda Kesehatan, Pansus DPRD Parimo Pastikan Penanganan KLB Malaria

Bahas Ranperda Kesehatan, Pansus DPRD Parimo Pastikan Penanganan KLB Malaria

29 September 2026
Komisi II DPRD Parimo Soroti Persoalan di Balik Program Cetak Sawah Lewat RDP

Komisi II DPRD Parimo Soroti Persoalan di Balik Program Cetak Sawah Lewat RDP

22 September 2026
Komisi I DPRD Parimo Gelar RDP, Bahas Polemik Pembayaran Jasa Peta Desa Torue

Komisi I DPRD Parimo Gelar RDP, Bahas Polemik Pembayaran Jasa Peta Desa Torue

22 September 2026
RAPBD Perubahan 2026: PAD Parimo Naik Rp75,17 Miliar, Pendapatan Transfer Turun Rp50,83 Miliar

RAPBD Perubahan 2026: PAD Parimo Naik Rp75,17 Miliar, Pendapatan Transfer Turun Rp50,83 Miliar

21 September 2026
Tujuh Fraksi DPRD Parimo Setujui Perubahan APBD 2026 untuk Evaluasi ke Gubernur Sulteng

Tujuh Fraksi DPRD Parimo Setujui Ranperda Perubahan APBD 2026 untuk Evaluasi ke Gubernur Sulteng

21 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

8 Oktober 2026
Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

7 Oktober 2026
Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

7 Oktober 2026
Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Petani dan Nelayan Parimo Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan Mandiri, Ini Ketentuan Iurannya

Petani dan Nelayan Parimo Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan Mandiri, Ini Ketentuan Iurannya

3 Oktober 2026
BERANI Cup Sigi Selesai, Anwar Hafid: Perburuan Talenta Sepak Bola Masih Berlanjut

BERANI Cup Sigi Selesai, Anwar Hafid: Perburuan Talenta Sepak Bola Masih Berlanjut

4 Oktober 2026
Terbawa Arus, Nelayan 65 Tahun Hilang dalam Perjalanan ke Kabalutan

Terbawa Arus, Nelayan 65 Tahun Hilang dalam Perjalanan ke Kabalutan

2 Oktober 2026
Nasri Masuk Masa Pensiun, Rizal Irawan Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng

Nasri Masuk Masa Pensiun, Rizal Irawan Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng

3 Oktober 2026
Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d