PARIMO, theopini.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Desa Sausu Auma dan Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Selasa, 1 September 2026.
Sekitar 3,5 hektare lahan terdampak, terdiri dari lahan tanam baru, kebun warga dan kawasan hutan.
“Sebagian besar kondisi kebakaran sudah mereda dan hanya menyisakan asap. Namun, masih ada satu titik di puncak kawasan hutan yang terlihat mengepulkan asap dan berpotensi menimbulkan kembali kebakaran,” kata Plt Kalak BPBD Parimo, Rivai.
Ia mengatakan, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 14.00 WITA dan laporan diterima Pusdalops BPBD Parimo pada pukul 14.35 WITA.
Kebakaran melanda lahan hutan dan perkebunan milik warga di wilayah Desa Sausu Auma dan Sausu Tambu. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Berdasarkan pendataan BPBD Parimo, lahan tanam baru yang terdampak mencapai sekitar satu hektare.
Sementara kebun warga sekitar 0,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Selain itu, sekitar dua hektare kawasan hutan turut terdampak kebakaran.
Rivai menyebut, tidak ada korban jiwa maupun masyarakat yang terdampak langsung akibat kejadian tersebut. Tidak terdapat pula rumah maupun fasilitas umum yang dilaporkan mengalami kerusakan.
Penanganan di lapangan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar Parimo, aparat desa dan masyarakat.
BPBD Parimo juga terus melakukan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah desa.
“Kebun warga seluas kurang lebih 0,5 hektare sudah berhasil dipadamkan. Di wilayah Desa Auma dan kawasan Sausu Tambu juga tidak terlihat lagi kobaran api secara signifikan,” ujarnya.
Meski sebagian besar api telah mereda, BPBD Parimo tetap meminta pemantauan dilakukan secara berkala. Hal itu, terutama terhadap titik yang masih mengeluarkan asap di kawasan puncak hutan.
Menurutnya, keterbatasan akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala dalam pemantauan dan penanganan titik tersebut.
BPBD Parimo juga mencatat alat pemadam api masih menjadi kebutuhan mendesak untuk mengantisipasi apabila titik api kembali muncul.
Rivai mengingatkan pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah api kembali membesar, terutama pada kawasan yang masih menyisakan asap.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati















