PARIMO, theopini.id – Dinas Sosial (Dinsos) Parigi Moutong (Parimo), SulaYnwesi Tengah, mengirim dua anak putus sekolah mengikuti pelatihan keterampilan kerja di Kota Palu sebagai upaya mendorong mereka lebih mandiri secara ekonomi.
“Kegiatannya di Kota Palu. Dua anak yang kami kirim ini mendapatkan pelatihan selama kurang lebih dua minggu, mulai 20 Agustus 2026 kemarin,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Parimo, Yani Rachman, di Parigi, Rabu, 2 September 2026.
Ia mengatakan, kedua anak tersebut berasal dari Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, dan Desa Tolai, Kecamatan Torue.
Menurutnya, peserta dipilih berdasarkan ketentuan yang ditetapkan pihak penyelenggara. Di antaranya, berusia 15 hingga 18 tahun dan tidak sedang bekerja.
“Kedua anak ini memang anak yang putus sekolah. Sebenarnya banyak, tapi ada yang sudah bekerja,” katanya.
Ia menjelaskan, Dinsos Parimo memfasilitasi keberangkatan dan kepulangan kedua peserta selama mengikuti pelatihan.
Di UPT Panti Sosial Anak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, mereka mendapatkan keterampilan perbaikan kompor selama 14 hari.
Selain keterampilan, peserta juga mendapatkan sertifikat dan peralatan yang dapat digunakan setelah menyelesaikan pelatihan.
Yuni berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha, sehingga memberikan nilai ekonomi bagi peserta dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
“Setelah pelatihan, mereka diberikan alat. Tujuannya agar ilmu yang mereka dapatkan selama pelatihan bisa dimanfaatkan dan memberikan nilai ekonomi untuk mereka sendiri,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati















