PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mendorong pondok pesantren memperkuat perannya, sebagai benteng moral generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
“Jadilah generasi yang memiliki ilmu dengan tetap rendah hati, memiliki cita-cita yang tinggi dengan tetap menjunjung nilai agama, serta memiliki kemampuan menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan akhlak mulia,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Parimo, Adrudin Nur menyampaikan sambutan Bupati dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Milad ke-7 Pondok Pesantren Abnaul Chairaat di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Sabtu, 5 September 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial menjadi tantangan yang perlu dihadapi secara bijak. Kemajuan teknologi, harus diarahkan untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia, bukan menjadi sumber persoalan sosial maupun kemerosotan moral.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, pendidikan agama dan pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda.
Pesantren dinilai memiliki posisi strategis, karena tidak hanya memberikan pendidikan keilmuan, tetapi juga menanamkan nilai agama, integritas, kemandirian, dan akhlak.
“Pondok pesantren diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan akhlak mulia,” ujarnya.
Ia juga mengajak orang tua, pendidik, ulama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, pesantren, pemerintah, dan masyarakat diperlukan agar generasi muda memiliki kemampuan menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai agama.
Pada momentum tersebut, Pemda Parimo turut mengapresiasi perjalanan Pondok Pesantren Abnaul Chairaat yang telah memasuki usia ke-7.
Adrudin menyebut, perjalanan tersebut tidak terlepas dari perjuangan dan pengabdian pimpinan serta pengasuh pondok pesantren, tenaga pendidik, orang tua santri, dan dukungan masyarakat.
Ia berharap, Abnaul Chairaat terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, khususnya melalui pendidikan generasi muda yang religius, berkarakter, berilmu, mandiri, dan memiliki daya saing.
Pemda Parimo, lanjutnya, akan terus membangun sinergi dengan ulama, pondok pesantren, lembaga pendidikan agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, menghadirkan penceramah Habib Salim bin Muhdor Al-Habsy dari Hadramaut, Yaman.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














