GORONTALO, theopini.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta seluruh pengampu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), memilah program dan anggaran yang dapat diarahkan untuk mempercepat penanganan tengkes (stunting) di lima desa pilot project.
“Semua SPM pada hakikatnya memiliki kegiatan. Namun kegiatan itu belum fokus hingga harus difokuskan. Kita bicara konteksnya sekarang, lima desa pilot project, tolong itu dibedah lagi,” tegas Gusnar saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo di Aula Rujab Gubernur, Kamis, 3 September 2026.
Ia menegaskan, penanganan tengkes tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Percepatan penurunan tengkes membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena berkaitan langsung dengan pemenuhan pelayanan dasar masyarakat.
Ia meminta perangkat daerah membedah kembali seluruh program yang dimiliki, khususnya kegiatan yang berhubungan langsung maupun berpengaruh terhadap penurunan stunting.
Program yang tidak berkaitan langsung dengan persoalan tersebut, tidak perlu menjadi prioritas dalam intervensi di desa pilot project.
Untuk memastikan intervensi berjalan terukur, Gusnar meminta Tim Pembina Posyandu menyusun laporan singkat mengenai kondisi lima desa pilot project.
Laporan tersebut, harus memuat lokasi, bentuk intervensi dari masing-masing sektor, sumber anggaran, serta target penurunan stunting.
“Saya cuma membutuhkan satu lembar kertas yang mencerminkan cerita yang akan terjadi di lima desa itu. Fokus stunting, bapak ibu memiliki kegiatan yang begitu ragam seperti yang tadi itu, dipilah-pilah mana yang langsungnya stunting,” kata Gusnar.
Menurutnya, hasil rapat koordinasi tidak boleh berhenti pada kesepakatan. Ia menargetkan adanya pergerakan nyata di lapangan setelah program dan anggaran masing-masing sektor dipilah dan diarahkan.
Lima desa pilot project juga akan masuk dalam monitoring pemerintah provinsi, sehingga perkembangannya dapat dipantau secara berkala.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin













