the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Alat Ukur dan Pergantian Kader Jadi Tantangan Pemantauan Balita di Parimo

the OPINIbythe OPINI
10 September 2026
in Kesehatan
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
10 September 2026
in Kesehatan
Reading Time: 3 mins read
Alat Ukur dan Pergantian Kader Jadi Tantangan Pemantauan Balita di Parimo

Pendampingan posyandu oleh Tim INEY di Kabupaten Parimo. (Foto: IST)

Baca Juga

Rumah Warga Ogomolos Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta

Iswara-Sekretariat DPRD Parimo Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Avolua

Polresta Banggai Tangkap Dua Pemuda, 36 Paket Sabu Disita

PARIMO, theopini.id – Ketepatan pengukuran pertumbuhan bayi dan balita di sejumlah Posyandu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, masih menghadapi tantangan. Penggunaan alat ukur yang belum memenuhi standar, dan pergantian kader menjadi perhatian dalam pendampingan program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II.

“Pemantauan pertumbuhan bukan hanya soal menimbang dan mengukur, tetapi bagaimana memastikan hasil pengukuran benar sehingga kondisi anak dapat diketahui secara tepat dan ditindaklanjuti,” kata Ketua Tim INEY Kecamatan Ampibabo, Putu Candriasih, SST., M.Kes., saat pendampingan di Posyandu Melati Tombi, Desa Tombi dan Posyandu Sayang Ibu, Desa Paranggi, 9–10 September 2026.

Pendampingan yang dilakukan tim INEY Poltekkes Kemenkes Palu bersama Dinas Kesehatan Parimo, dan Puskesmas wilayah kerja menemukan adanya hasil pengukuran yang membias di Kecamatan Ampibabo.

Meski teknik pengukuran yang dilakukan kader pada dasarnya sudah benar, penggunaan alat yang belum memenuhi standar dinilai dapat memengaruhi ketepatan hasil pengukuran.

Selain persoalan alat, pergantian kader yang berlangsung secara silih berganti juga menjadi tantangan. Kondisi ini dinilai membutuhkan penyegaran dan pelatihan kembali agar kemampuan kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan tetap terjaga.

Putu Candriasih mengatakan, kader perlu memahami teknik pengukuran yang benar karena hasil pengukuran menjadi dasar untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

“Karena itu, kader perlu memahami cara pengukuran yang benar dan terus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai tumbuh kembang anak serta pencegahan stunting,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, Pemerintah Desa Tombi menyatakan komitmennya memenuhi kebutuhan alat ukur Posyandu melalui dukungan Dana Desa.

Komitmen tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pemantauan pertumbuhan di tingkat Posyandu didukung peralatan yang sesuai, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan dapat menjadi dasar intervensi terhadap anak yang mengalami masalah pertumbuhan maupun gizi.

Dalam pendampingan di Kecamatan Ampibabo, tim INEY juga memberikan edukasi kepada kader dan masyarakat mengenai tumbuh kembang balita, pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pencegahan stunting, serta teknik pengukuran yang tepat.

Sementara di Kecamatan Siniu, pendampingan pada 8–9 September 2026 dilakukan di Posyandu Melati, Desa Marantale, dan SMKN 1 Siniu. Tim yang dipimpin Wery Aslinda, S.Si., M.Si., bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas, turut menyoroti tindak lanjut terhadap bayi dan balita yang mengalami masalah gizi.

Wery menekankan intervensi terhadap anak dengan gizi buruk, gizi kurang maupun stunting perlu dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan hingga kondisi anak membaik.

Penguatan juga dilakukan melalui edukasi kepada Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu dan petugas Puskesmas, termasuk mengenai pola asuh yang perlu menjadi bagian dari edukasi kepada keluarga.

Selain pemantauan balita, tim INEY di Siniu memberikan edukasi kepada remaja putri di SMKN 1 Siniu mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi sejak sebelum memasuki masa kehamilan.

Program INEY Fase II sendiri diarahkan untuk memperkuat intervensi gizi spesifik bagi kelompok prioritas, yakni remaja putri, ibu hamil, baduta dan balita.

Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader serta memastikan hasil pemantauan pertumbuhan dapat ditindaklanjuti secara tepat.

Temuan di lapangan tersebut, menjadi bahan evaluasi bersama agar pemantauan pertumbuhan tidak berhenti pada kegiatan menimbang dan mengukur, tetapi menghasilkan data yang akurat serta diikuti intervensi bagi anak yang membutuhkan.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Israwati

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DinkesParimo#kemenkes#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Potensi Investasi dan Pariwisata Banggai Dorong Pengawasan WNA Diperkuat

Next Post

Wagub Reny Dorong Pelaku Usaha Cepat Beradaptasi dengan Pengadaan Digital

the OPINI

the OPINI

Related Posts

RSUD Ainun Habibie Disiapkan Jadi Pusat Rujukan Kanker Indonesia Timur

RSUD Ainun Habibie Disiapkan Jadi Pusat Rujukan Kanker Indonesia Timur

11 September 2026
57 Kasus TB Tercatat di Parigi Barat, Puskesmas Siapkan Screening Massal

57 Kasus TB Tercatat di Parigi Barat, Puskesmas Siapkan Screening Massal

9 September 2026
Cegah Stunting, TP Posyandu Gorontalo Perkuat Edukasi Remaja

Cegah Stunting, TP Posyandu Gorontalo Perkuat Edukasi Remaja

9 September 2026
Dinkes Parimo Siapkan Strategi Baru Putus Rantai Penularan Tuberkulosis

Dinkes Parimo Siapkan Strategi Baru Putus Rantai Penularan Tuberkulosis

9 September 2026
Bupati Banggai Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan hingga Desa

Bupati Banggai Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan hingga Desa

4 September 2026
Tangani Stunting, Posyandu Gorontalo Petakan Kebutuhan Dasar di Lima Desa

Tangani Stunting, Posyandu Gorontalo Petakan Kebutuhan Dasar di Lima Desa

3 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Gempa Bumi Terkini 5.9 M Guncang 6 km Tenggara KEPSERIBU-DKI

12 September 2026
Rumah Warga Ogomolos Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta

Rumah Warga Ogomolos Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta

11 September 2026

Gempa Bumi Terkini 6.2 M Guncang 166 km TimurLaut MALUKUBRTDAYA

11 September 2026
661 Warga Bongohulawa Kesulitan Air, Pemprov Gorontalo Salurkan Bantuan

661 Warga Bongohulawa Kesulitan Air, Pemprov Gorontalo Salurkan Bantuan

11 September 2026
Antrean BBM Ganggu Pelayanan Publik, Pemkot Makassar Desak Pertamina Bergerak Cepat

Antrean BBM Ganggu Pelayanan Publik, Pemkot Makassar Desak Pertamina Bergerak Cepat

11 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Fun Walk Banggai Health Fest Dorong Kesadaran Hidup Sehat

Fun Walk Banggai Health Fest Dorong Kesadaran Hidup Sehat

6 September 2026
Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Parimo Usulkan Starlink Atasi Kendala Jaringan

Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Parimo Usulkan Starlink Atasi Kendala Jaringan

5 September 2026
Anggota DPRD Parimo Soroti Catatan Pembahasan Tak Masuk Laporan Banggar

Anggota DPRD Parimo Soroti Catatan Pembahasan Tak Masuk Laporan Banggar

6 September 2026
Cari Penyebab SPM Kesehatan Belum 100 Persen, Dinkes Parimo Gandeng Untad Palu

Cari Penyebab SPM Kesehatan Belum 100 Persen, Dinkes Parimo Gandeng Untad Palu

8 September 2026
BERANI Cerdas Sulteng Menjangkau 47 Ribu Mahasiswa pada 2026

BERANI Cerdas Sulteng Menjangkau 47 Ribu Mahasiswa pada 2026

8 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d