the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Hukum Kriminal

YHKI Desak Polda Sulteng Bongkar Cukong di Balik PETI Dongi-Dongi

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
12 September 2026
in Hukum Kriminal
Reading Time: 4 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
12 September 2026
in Hukum Kriminal
Reading Time: 4 mins read
YHKI Desak Polda Sulteng Usut Pemodal dan Dugaan Pembiaran PETI Rio Pakava

Direktur Eksekutif YHKI, Africhal Khmane'i. (Foto: IST)

Baca Juga

Embarkasi Antara Palu Ditargetkan Beroperasi 2027, Persiapan Capai 90 Persen

Ditressiber Polda Sulteng Ungkap Dugaan Judi Togel di Sigi, Sita HP hingga Buku Rekapan

Ekspose di BKN RI, Anwar Hafid Dorong Manajemen Talenta ASN Berbasis Kinerja

POSO, theopini.id – Yayasan Hijau untuk Keadilan Indonesia (YHKI) mendesak Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menghentikan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Dongi-Dongi, Kecamatan Palolo, Kabupaten Poso, serta membongkar jaringan cukong yang diduga berada di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

Desakan itu disampaikan, menyusul longsor yang terjadi di lokasi PETI Dongi-Dongi pada Jumat malam, 11 September 2026.

Peristiwa tersebut, menyebabkan empat warga, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan asal Desa Kapiroe dan Desa Bobo, mengalami luka-luka dan harus dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

“Penegakan hukum yang hanya menyasar pekerja tambang di lapangan tanpa menyentuh aktor intelektual dan pemodal di baliknya hanya akan menjadi penegakan hukum yang pincang dan tidak akan pernah menghentikan siklus PETI yang terus berulang,” kata Direktur Eksekutif YHKI, Africhal Khmane’I, dalam keterangan resminya, Sabtu, 12 September 2026.

Meski tidak ada korban jiwa, YHKI menilai longsor tersebut menjadi pengingat atas tingginya risiko keselamatan di lokasi pertambangan ilegal yang beroperasi tanpa pengawasan dan standar keselamatan yang memadai.

Africhal mengatakan, kejadian itu tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai musibah alam. Menurut YHKI, aktivitas PETI di Dongi-Dongi telah berlangsung cukup lama dan diketahui masyarakat sekitar.

Bahkan, kata dia, aktivitas pertambangan ilegal tersebut sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial sebelum mendapat perhatian aparat.

YHKI menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengawasan dan deteksi dini yang lebih kuat terhadap wilayah rawan PETI. Aparat, kata Africhal, semestinya dapat mengetahui dan menindak aktivitas tersebut sebelum terjadi kecelakaan.

“Semestinya aktivitas seperti ini dapat dipantau jauh lebih awal, mengingat skala kerusakan lingkungan dan risiko keselamatan yang ditimbulkannya,” ujarnya.

Menurut YHKI, aktivitas PETI tidak hanya membahayakan pekerja dan warga di sekitar lokasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, mulai dari kerusakan lahan hingga pencemaran sumber air.

Aktivitas tambang tanpa pengawasan juga dinilai dapat meningkatkan risiko bencana susulan, termasuk longsor, karena kegiatan pertambangan dapat mengubah kondisi dan stabilitas lingkungan di kawasan tersebut.

YHKI kemudian menyoroti dugaan adanya jaringan pemodal atau cukong di balik aktivitas PETI. Africhal mengatakan, aktivitas tambang ilegal dengan skala tertentu hampir mustahil berjalan tanpa dukungan modal, alat berat dan jaringan distribusi hasil tambang.

Menurut dia, kondisi tersebut mengindikasikan adanya pihak dengan modal lebih besar yang menjadi penopang operasi tambang ilegal. Sementara masyarakat yang bekerja langsung di lapangan justru menjadi pihak paling rentan menanggung risiko keselamatan maupun risiko hukum.

YHKI menduga lambannya penegakan hukum terhadap aktivitas PETI di sejumlah daerah, termasuk Dongi-Dongi, tidak terlepas dari kuatnya pengaruh jaringan pemodal. Namun, dugaan tersebut, kata Africhal, harus dibuktikan melalui penyelidikan dan penegakan hukum.

Karena itu, YHKI mendesak Polda Sulawesi Tengah bersama jajaran di tingkat kabupaten melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap identitas cukong atau pemodal di balik aktivitas PETI Dongi-Dongi.

Penyelidikan tersebut juga diminta mencakup aliran dana, penyediaan alat berat hingga jalur distribusi hasil tambang ilegal.

“Yang harus diusut bukan hanya siapa yang bekerja di lokasi, tetapi siapa yang membiayai, menyediakan alat dan menampung hasil tambang ilegal tersebut,” kata Africhal.

YHKI juga meminta Pemerintah Kabupaten Poso dan instansi terkait, melakukan pemetaan serta pengawasan berkala terhadap titik-titik rawan PETI.

Langkah tersebut dinilai penting agar potensi bencana dan kecelakaan kerja dapat dicegah sejak dini, bukan setelah korban berjatuhan.

Selain penindakan dan pengawasan, pemerintah daerah didorong menghadirkan solusi ekonomi alternatif bagi masyarakat di sekitar kawasan tambang ilegal.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas PETI yang berbahaya secara bertahap.

YHKI berharap peristiwa longsor di Dongi-Dongi menjadi momentum bagi aparat untuk membenahi tata kelola pengawasan pertambangan ilegal di Sulawesi Tengah secara menyeluruh.

Lembaga tersebut menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus itu dan mendorong penegakan hukum yang tidak hanya menyasar pekerja tambang di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual dan jaringan cukong di balik aktivitas PETI.

Menurut YHKI, langkah tersebut diperlukan untuk memutus siklus pertambangan ilegal sekaligus melindungi keselamatan warga dan menjaga kelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #KabupatenPoso#PETIDongi-dongi#PoldaSulteng#Sulteng#YHKI
Previous Post

KM Balama GT 27 Mati Mesin di Perairan Luwuk-Taliabu, Tiga Orang Masih Dicari

Next Post

Munafri Ajak Warga Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Ditressiber Polda Sulteng Ungkap Dugaan Judi Togel di Sigi, Sita HP hingga Buku Rekapan

Ditressiber Polda Sulteng Ungkap Dugaan Judi Togel di Sigi, Sita HP hingga Buku Rekapan

28 Oktober 2026
Kapolda Sulteng Gandeng FKUB Jaga Kerukunan dan Dukung Pemberantasan Narkoba

Kapolda Sulteng Gandeng FKUB Jaga Kerukunan dan Dukung Pemberantasan Narkoba

27 Oktober 2026
914 Personel Disiagakan, Operasi Aman Tinombala 2026 Antisipasi Karhutla di Sulteng

914 Personel Disiagakan, Operasi Aman Tinombala 2026 Antisipasi Karhutla di Sulteng

27 Oktober 2026
Polres Parimo Perkuat Deteksi Dini Karhutla, Libatkan Lintas Sektoral

Polres Parimo Perkuat Deteksi Dini Karhutla, Libatkan Lintas Sektoral

26 Oktober 2026
Kapolda Sulteng Tekankan Deteksi Dini dan Penegakan Hukum Humanis dalam Operasi Patuh Tinombala 2026

Kapolda Sulteng Tekankan Deteksi Dini dan Penegakan Hukum Humanis dalam Operasi Patuh Tinombala 2026

26 Oktober 2026
Wakapolda Sulteng Ingatkan Pelajar SMAN 1 Palu soal SIM dan Bahaya Judi Online

Wakapolda Sulteng Ingatkan Pelajar SMAN 1 Palu soal SIM dan Bahaya Judi Online

26 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Embarkasi Antara Palu Ditargetkan Beroperasi 2027, Persiapan Capai 90 Persen

Embarkasi Antara Palu Ditargetkan Beroperasi 2027, Persiapan Capai 90 Persen

28 Oktober 2026
Ditressiber Polda Sulteng Ungkap Dugaan Judi Togel di Sigi, Sita HP hingga Buku Rekapan

Ditressiber Polda Sulteng Ungkap Dugaan Judi Togel di Sigi, Sita HP hingga Buku Rekapan

28 Oktober 2026
Ekspose di BKN RI, Anwar Hafid Dorong Manajemen Talenta ASN Berbasis Kinerja

Ekspose di BKN RI, Anwar Hafid Dorong Manajemen Talenta ASN Berbasis Kinerja

28 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.0 M Guncang 187 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

28 Oktober 2026
Pemda Parimo Siapkan Pembersihan Lahan Huntap Korban Banjir Sibalago

Pemda Parimo Siapkan Pembersihan Lahan Huntap Korban Banjir Sibalago

28 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

23 Oktober 2026
Wakapolda Sulteng Ingatkan Pelajar SMAN 1 Palu soal SIM dan Bahaya Judi Online

Wakapolda Sulteng Ingatkan Pelajar SMAN 1 Palu soal SIM dan Bahaya Judi Online

26 Oktober 2026
PJJ Siswa PAUD hingga SMP di Parimo Belum Berlaku, Tunggu Arahan Bupati

PJJ Siswa PAUD hingga SMP di Parimo Belum Berlaku, Tunggu Arahan Bupati

27 Oktober 2026
Parimo Dapat Tambahan Kuota Peremajaan Kakao 2.500 Hektare, Penyaluran Ditargetkan Akhir 2026

Parimo Dapat Tambahan Kuota Peremajaan Kakao 2.500 Hektare, Penyaluran Ditargetkan Akhir 2026

27 Oktober 2026
Diduga Bobol ATM Korban hingga Rp73 Juta, Pria Asal Parimo Ditangkap di Poso

Diduga Bobol ATM Korban hingga Rp73 Juta, Pria Asal Parimo Ditangkap di Poso

24 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d