the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
3 Oktober 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
3 Oktober 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Parimo, Mardiana. (Foto: Oppie)

Baca Juga

Pelajar 17 Tahun Tewas Usai Kehilangan Kendali di Jalan Trans Sulawesi Banggai

Pemprov Sulteng Dorong Legalitas Pertambangan Rakyat, Adiman: Supaya Bisa Diawasi

Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pencurian Kabel Tower di Parimo

PARIMO, theopini.id – Bappelitbangda Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyebut penyakit bangkalan pada durian montong berkaitan dengan kekurangan nutrisi tanah.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Parimo, Mardiana, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari penelitian penanggulangan bangkalan yang berlangsung sekitar enam bulan, dan melibatkan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) Kota Palu.

“Kalau dari hasilnya itu bukan penyebab karena virus. Petani selama ini menganggapnya dari virus. Nah, tapi kalau hasil penelitian itu dari nutrisi tanah, karena rata-rata tanah di Kabupaten Parimo sudah terkontaminasi dengan tingginya pestisida atau racun,” kata Mardiana di Parigi, Rabu, 30 September 2026.

Penelitian tersebut, merupakan satu-satunya kajian yang dilakukan Bappelitbangda Parimo pada 2026 dan berakhir pada awal September.

Namun, hasil treatment belum dapat dinilai secara maksimal, karena tim masih menunggu tanaman menghasilkan buah pada awal Januari 2027.

“Kita menunggu sampai hasil buah untuk di awal Januari nanti. Apakah dari hasil itu buahnya nanti akan berkurang bangkalannya atau tidak?” ujarnya.

Penanganan yang diuji dalam penelitian dilakukan melalui pemberian pupuk organic, dan pestisida untuk mengembalikan nutrisi tanah. Tim peneliti juga telah menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) yang mengatur tahapan pemberian pupuk.

Sampel penelitian diambil dari wilayah utara dan selatan Parimo, masing-masing di Kecamatan Kasimbar dan Desa Beraban, Kecamatan Balinggi.

“Di Beraban dua sampel saja karena baru itu yang bisa kami ambil sampelnya. Jadi wilayah utara satu, wilayah selatan satu,” katanya.

Mardiana mengatakan, penelitian idealnya dilakukan selama satu tahun, dengan treatment dimulai sebelum musim. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia.

Meski penelitian secara teknis dan administrasi telah selesai, pemantauan tanaman masih dilakukan bersama petani dan tim peneliti. Perkembangan treatment dibagikan petani melalui grup yang tetap dipantau oleh tim.

“Walaupun secara teknis untuk SPJ-nya sudah selesai, tapi informasi dari petani dan para peneliti juga masih terus memantau terus sampai hari ini,” ujar Mardiana.

Ia mengatakan, persoalan nutrisi tanah juga ditemukan berkaitan dengan pola budidaya durian. Petani disebut memberikan hormon untuk mendorong tanaman berbuah lebih cepat.

“Dari awal itu durian sudah dipaksa harus cepat berbuah,” katanya.

Karena itu, Mardiana menilai penanganan perlu dilakukan sejak awal pertumbuhan tanaman dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi, termasuk penggunaan pupuk organik dan pupuk kandang.

Selain kekurangan nutrisi, pengamatan juga menemukan kondisi panas yang cukup tinggi dan kekurangan air. Namun, Mardiana menegaskan faktor utama yang ditemukan dalam penelitian adalah kondisi nutrisi tanah.

“Yang paling utama itu kekurangan nutrisi. Tanahnya kita ini mikronya sudah tidak bagus,” katanya.

Ia menyebut hasil kajian tidak mengarah pada aktivitas pertambangan, melainkan kondisi nutrisi tanah dan pola perlakuan terhadap tanaman durian.

Mardiana mengatakan formulasi treatment yang digunakan memiliki tahapan dan perbandingan tertentu. Penyebarluasan kepada petani masih menunggu hasil buah untuk melihat efektivitasnya.

Jika hasilnya baik, Bappelitbangda Parimo berencana mengembangkan formulasi tersebut lebih lanjut hingga dipatenkan.

“Insyaallah akan kami kembangkan dan tahapannya itu bisa kami sampai patentkan,” ujarnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #BappelitbangdaParimo#parigimoutong#Sulteng#UntadPalu
ShareSendTweet
Previous Post

Nasri Masuk Masa Pensiun, Rizal Irawan Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng

Next Post

Petani dan Nelayan Parimo Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan Mandiri, Ini Ketentuan Iurannya

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Pemda Parimo Tinggal Tunggu API BPHTB untuk Integrasi SISGITA

Pemda Parimo Tinggal Tunggu API BPHTB untuk Integrasi SISGITA

3 Oktober 2026
BPBD Parimo Dapat Dukungan Tangki Air, Ekskavator dan Geobag untuk Tangani Bencana

BPBD Parimo Dapat Dukungan Tangki Air, Ekskavator dan Geobag untuk Tangani Bencana

2 Oktober 2026
Pemda Banggai Dorong Sinergi Bantuan Rumah bagi Warga Miskin

Pemda Banggai Dorong Sinergi Bantuan Rumah bagi Warga Miskin

2 Oktober 2026
Armada Terbatas, Sasaran Retribusi Sampah Parimo Belum Optimal

Armada Terbatas, Sasaran Retribusi Sampah Parimo Belum Optimal

2 Oktober 2026
IPR Dipercepat, Pemprov Sulteng Siapkan Skema Tanggung Jawab Lingkungan

IPR Dipercepat, Pemprov Sulteng Siapkan Skema Tanggung Jawab Lingkungan

1 Oktober 2026
Suli Indah Jalani Penilaian Desa Percontohan Antikorupsi Sulteng

Suli Indah Jalani Penilaian Desa Percontohan Antikorupsi Sulteng

1 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Pelajar 17 Tahun Tewas Usai Kehilangan Kendali di Jalan Trans Sulawesi Banggai

Pelajar 17 Tahun Tewas Usai Kehilangan Kendali di Jalan Trans Sulawesi Banggai

3 Oktober 2026
Pemprov Sulteng Dorong Legalitas Pertambangan Rakyat, Adiman: Supaya Bisa Diawasi

Pemprov Sulteng Dorong Legalitas Pertambangan Rakyat, Adiman: Supaya Bisa Diawasi

3 Oktober 2026
Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pencurian Kabel Tower di Parimo

Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pencurian Kabel Tower di Parimo

3 Oktober 2026
Petani dan Nelayan Parimo Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan Mandiri, Ini Ketentuan Iurannya

Petani dan Nelayan Parimo Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan Mandiri, Ini Ketentuan Iurannya

3 Oktober 2026
Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

3 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Sayutin Usulkan Ada Dana Abadi dari IPERA untuk Pemulihan Lingkungan

Sayutin Usulkan Ada Dana Abadi dari IPERA untuk Pemulihan Lingkungan

1 Oktober 2026
Data Keimigrasian Diperlukan Hadapi Mobilitas WNA di Banggai

Data Keimigrasian Diperlukan Hadapi Mobilitas WNA di Banggai

28 September 2026
Besaran Retribusi Pengangkutan Sampah Parimo Akan Diatur Lewat Perbup

Besaran Retribusi Pengangkutan Sampah Parimo Akan Diatur Lewat Perbup

29 September 2026
Maman Abdurrahman Dorong Badan Karantina Perkuat Akses Ekspor UMKM

Maman Abdurrahman Dorong Badan Karantina Perkuat Akses Ekspor UMKM

28 September 2026
Dinsos Parimo Gelar Workshop Penguatan Kemitraan Usaha Produktif Penyandang Disabilitas

Dinsos Parimo Gelar Workshop Penguatan Kemitraan Usaha Produktif Penyandang Disabilitas

28 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d