PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai menyiapkan tahapan lanjutan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu.
Setelah memastikan kesiapan lahan, pemerintah daerah akan melakukan pembersihan lokasi untuk mendukung pembangunan 20 unit rumah bagi warga terdampak bencana.
“Kami sudah berkonsultasi dengan Dinas Perumahan Provinsi terkait kesiapan pembangunan perumahan bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Sibalago, khususnya mengenai penyiapan lahan yang menjadi kewajiban pemerintah daerah,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Parimo, Wahyudin, di Parigi, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyelesaikan persiapan lahan yang dibutuhkan.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Wahyudin kembali meninjau lokasi sekaligus bertemu dengan para pemilik lahan. Peninjauan itu juga dihadiri pemerintah desa.
Dari hasil peninjauan tersebut, lahan yang disiapkan dinyatakan telah siap untuk pendukung pembangunan hunian.
“Alhamdulillah, lahannya sudah siap. Seluruh persiapan terkait lahan sudah kami selesaikan,” ujarnya.
Selanjutnya, Pemda Parimo akan melakukan land clearing atau pembersihan lahan sebelum pembangunan dimulai. Jika pemerintah kabupaten belum dapat melaksanakan pekerjaan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyatakan kesiapannya untuk membantu.
Meski demikian, Wahyudin menegaskan, pemerintah kabupaten juga siap melakukan pembersihan lahan secara mandiri agar persiapan pembangunan dapat terus berjalan.
Pembangunan huntap bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Sibalago direncanakan sebanyak 20 unit.
Sebanyak 17 unit merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sedangkan tiga unit lainnya akan didukung Pemda Parimo.
Selain pembangunan huntap bagi korban banjir, Pemda Parimo juga menjalankan program bantuan bedah rumah melalui pendanaan APBN dan APBD pada 2026.
Wahyudin menyebutkan, dari total 1.638 unit bantuan bedah rumah yang bersumber dari APBN, sebanyak 606 unit telah terealisasi.
Sementara itu, dari 73 unit bantuan yang bersumber dari APBD Parimo, realisasinya mencapai 25 unit.
Dengan demikian, total bantuan bedah rumah dari kedua sumber anggaran tersebut yang telah terealisasi mencapai 631 unit dari total 1.711 unit.
Wahyudin menyebutkan, realisasi tersebut mencapai 36,8 persen dari progres fisik program bantuan bedah rumah pada 2026.
“Kami berharap pembangunan 20 unit huntap ini dapat segera direalisasikan, sehingga warga terdampak banjir bandang di Desa Sibalago bisa segera memperoleh tempat tinggal yang layak,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News















