PARIMO, theopini.id – Sebanyak 47 siswa SMK Negeri 1 Toribulu, Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendapatkan pengetahuan tentang dasar-dasar jurnalistik dalam rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Kamis malam, 29 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Negeri 1 Toribulu tersebut, menghadirkan Pimpinan Redaksi the OPINI, Novita Ramadhan, sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Novita yang akrab disapa Oppie mengawali materi dengan menjelaskan pengertian jurnalis, tugas dan tanggung jawabnya, serta perbedaan antara kerja-kerja jurnalistik dan aktivitas konten kreator.
Para peserta juga diperkenalkan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Materi ini, diberikan untuk memberikan pemahaman mengenai landasan hukum serta prinsip-prinsip yang harus dipatuhi seorang jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Selanjutnya, peserta dibekali teknik dasar penulisan berita, mulai dari mengenali unsur-unsur berita, menyusun berita dengan format straight news atau berita langsung, hingga teknik wawancara untuk menggali informasi dari narasumber.
“Menulis berita bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyampaikan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Oppie saat menyampaikan materi.
Ia menekankan pentingnya ketepatan fakta dan keberimbangan informasi sebelum sebuah berita dipublikasikan.
Menurutnya, jurnalis tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus memastikan kebenaran data yang diperoleh.
“Ada tanggung jawab besar yang kita emban ketika berita itu sudah sampai ke publik. Jangan sampai kita hanya mengejar kecepatan menyajikan berita tanpa memeriksa kembali fakta dan datanya,” terangnya.
Selain memberikan pemahaman teknis, Oppie juga mendorong para siswa untuk berani memulai kegiatan menulis.
Menurutnya, keterampilan jurnalistik dapat diasah melalui kebiasaan mengamati peristiwa, melakukan wawancara, mengumpulkan informasi, hingga menyunting tulisan.
“Jangan takut memulai menulis. Kemampuan itu tumbuh melalui latihan. Namun, setiap tulisan harus dikerjakan dengan kesungguhan, karena informasi yang kita sampaikan bisa memengaruhi cara orang memahami suatu persoalan,” katanya.
Melalui pembekalan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami dasar-dasar penulisan berita, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan jurnalistik dengan mengangkat berbagai peristiwa di lingkungan sekitar.
Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para siswa untuk menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.***
Baca berita lainnya di Google News
















