PALU, theopini.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu menggandeng Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Palu dan Politeknik Cendrawasih Palu, untuk memperkuat edukasi keselamatan serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
“Keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga dukungan informasi yang tepat, pengetahuan masyarakat, serta keterlibatan berbagai pihak dalam membangun budaya keselamatan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, Kamis, 29 Oktober 2026.
Kolaborasi tersebut, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kantor SAR Palu dengan LPP RRI Palu dan Politeknik Cendrawasih Palu di Ruang Rapat Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
Penandatanganan dihadiri Kepala LPP RRI Palu, Dra. Agustini, beserta jajaran, serta Direktur Politeknik Cendrawasih Palu, Enggar, bersama jajaran.
Rizal menjelaskan, luasnya wilayah kerja dan beragamnya kondisi geografis Sulawesi Tengah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mengoptimalkan pelayanan pencarian dan pertolongan.
Melalui kerja sama dengan RRI Palu, Kantor SAR akan memperkuat penyebarluasan informasi mengenai layanan SAR, edukasi keselamatan, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi darurat.
Salah satu program yang akan dikembangkan melalui kolaborasi tersebut, adalah NOSARARA dengan tagline “NOSARARA, Satu Jiwa Satu Rasa.”
Sementara itu, kerja sama dengan Politeknik Cendrawasih Palu diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis praktik, pelibatan dosen praktisi, keberlanjutan program podcast, serta pelatihan bersama dalam penanganan pertama kegawatdaruratan.
Kolaborasi tersebut, juga mencakup peluang pengembangan penelitian terapan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan keselamatan serta pertolongan terhadap korban dalam kondisi darurat.
Rizal berharap, kedua kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, mari kita satukan langkah untuk membangun masyarakat Sulawesi Tengah yang lebih sadar keselamatan, siap menghadapi keadaan darurat, dan peduli terhadap sesama. Upaya menyelamatkan jiwa manusia merupakan misi kemanusiaan yang membutuhkan peran dan kontribusi semua pihak,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi dengan lembaga penyiaran dan dunia pendidikan, Kantor SAR Palu berharap, literasi keselamatan masyarakat semakin meningkat sehingga kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat dapat dibangun secara berkelanjutan.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira















