GORONTALO, theopini.id – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengingatkan masyarakat agar lebih memahami risiko penggunaan layanan keuangan digital, khususnya pinjaman online, di tengah meningkatnya akses terhadap layanan jasa keuangan.
“Ketika masyarakat ditawari pinjaman online dengan berbagai kemudahan, terkadang mereka tidak terlebih dahulu memahami persyaratan dan kewajibannya. Pada akhirnya, justru bisa menempatkan mereka pada posisi yang sulit,” ujar Gusnar pada puncak Financial Expo (FinExpo) dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di halaman Citimall Gorontalo, Sabtu malam, 31 Oktober 2026.
Menurutnya, kemudahan akses layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan peningkatan literasi masyarakat agar mampu memahami persyaratan, hak, kewajiban, serta risiko dari setiap produk jasa keuangan.
Ia menilai, masyarakat tidak boleh terburu-buru mengambil pinjaman hanya karena tergiur proses pencairan yang mudah tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan kemampuan dan kewajiban pembayaran.
Gusnar juga meminta lembaga jasa keuangan memberikan perhatian lebih terhadap pelaku usaha kecil, khususnya petani yang masih menghadapi keterbatasan akses dan pemahaman mengenai layanan perbankan.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat membuka pemahaman masyarakat terhadap berbagai peluang pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks inklusi keuangan Provinsi Gorontalo telah mencapai lebih dari 95 persen. Capaian tersebut melampaui angka nasional sebesar 93 persen.
Namun, capaian indeks literasi keuangan Gorontalo masih berada pada angka 65 persen, di bawah rata-rata nasional sebesar 69 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.
Artinya, sebagian masyarakat telah menggunakan produk jasa keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat, persyaratan, maupun risiko yang menyertainya.
Dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan telah melaksanakan 38 kegiatan literasi yang menjangkau 5.681 peserta.
Rangkaian kegiatan tersebut, juga mencatat 363 pembukaan kredit atau pembiayaan baru serta 187 ribu pembukaan rekening tabungan.
Gusnar berharap, berbagai upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan tersebut dapat mendorong masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif di Gorontalo.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Saiful
















