PARIMO, theopini.id — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Parigi Moutong (Parimo) melalui Departemen Pendidikan menggelar kajian parenting bertema “Mendidik Anak di Era Digital: Antara Cinta, Batasan, dan Keteladanan”.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pelajaran penting bagi para wali murid dan masyarakat pada umumnya. Sebagai orang tua, kita perlu terus meningkatkan ilmu dalam mendidik anak,” ujar Ketua Yayasan, Muhamad Sadli, ditemui di lokasi kegiatan di Auditorium Kantor Bupati, Sabtu, 7 November 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas orang tua dan guru. Kajian menghadirkan penceramah sekaligus akademisi asal Makassar, Ust. Dr. Askar Yaman, S.Pd., M.M., M.Pd., sebagai pemateri.
Sadli menjelaskan, kajian parenting tersebut merupakan bagian dari program kerja Departemen Pendidikan DPD Wahdah Islamiyah Parimo.
Pelaksanaannya dilatarbelakangi keprihatinan terhadap sejumlah perilaku anak didik di beberapa satuan pendidikan, sekaligus merespons harapan guru dan wali murid mengenai pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.
Menurutnya, pendidikan di sekolah perlu didukung peran orang tua dalam membentuk karakter, perilaku, dan akhlak anak.
Ia juga menyoroti tantangan pengasuhan di era digital, terutama kemudahan anak mengakses berbagai konten internet yang berpotensi memengaruhi perkembangan mereka.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah paparan konten negatif atau dikenal dengan istilah narkolema (narkotika lewat mata).
Karena itu, orang tua diharapkan tidak sekadar menyediakan fasilitas digital, tetapi juga mengawasi dan mendampingi anak saat menggunakannya.
“Ujung tombak keberhasilan anak itu adalah orang tua itu sendiri. Tentunya juga harus dibarengi dengan komunikasi bersama guru-gurunya di sekolah,” katanya.
Sadli menegaskan, pihak yayasan berkomitmen menjadikan edukasi pengasuhan sebagai bagian dari program kerja Departemen Pendidikan. Kegiatan serupa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua dan guru dalam mendampingi anak menghadapi perubahan zaman.
“Insyaallah, kegiatan ini akan selalu kami masukkan dalam program kerja. Kami melihat kegiatan seperti ini sangat membantu dalam memberikan informasi dan edukasi kepada orang tua murid maupun guru,” ungkapnya.
Meski saat ini masih dilaksanakan dalam satu periode program, pihak yayasan akan mengupayakan agar kajian parenting dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun.
Melalui kegiatan tersebut, DPD Wahdah Islamiyah Parimo berharap, terbangun kesadaran bersama bahwa pendidikan anak membutuhkan sinergi keluarga dan sekolah untuk membentuk generasi berkarakter, berakhlak, serta mampu menghadapi tantangan era digital.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Mohammad Ridwan















