PARIMO, theopini.id — Persoalan kematian ibu dan anak di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tidak hanya berkaitan dengan aspek medis dan pelayanan kesehatan.
Faktor sosial budaya dan ekonomi turut memengaruhi keterlambatan ibu hamil mendapatkan pertolongan.
“Secara sosial pengambilan keputusan itu bukan pada ibu hamilnya. Justru ada di lingkungan keluarga. Suami kadang-kadang tidak punya kapabilitas untuk memutuskan karena dianggap tidak punya pengalaman,” jelas Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Parimo, Irdan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 6 November 2026.
Ia mengatakan, persoalan pengambilan keputusan dalam keluarga menjadi salah satu temuan pendalaman kualitatif yang dilakukan Bappelitbangda Parimo melalui diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD).
Dalam sejumlah kasus, keputusan membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan tidak sepenuhnya berada di tangan perempuan yang bersangkutan.
“Kondisi tersebut antara lain ditemukan pada keluarga yang masih tinggal bersama orang tua, sehingga keputusan terkait penanganan kesehatan ibu hamil turut dipengaruhi anggota keluarga lainnya,” jelasnya.
Selain faktor sosial budaya, keterbatasan ekonomi juga menjadi hambatan bagi keluarga dalam mengakses pertolongan kesehatan, terutama ketika ibu hamil membutuhkan penanganan segera.
Menurut Irdan, persoalan tersebut tidak selalu dapat diketahui hanya melalui data statistik angka kematian.
Karena itu, pendekatan kualitatif diperlukan untuk menggali penyebab dan kondisi sosial yang melatarbelakangi terjadinya kasus.
“Pendalaman kami dilakukan melalui FGD di Mepanga, Palasa, Tinombo, Parigi, Parigi Selatan, dan Sienjo,” imbuhnya.
Melalui pendalaman tersebut, Bappelitbangda Parimo berupaya mengidentifikasi persoalan spesifik di masing-masing wilayah, mengingat setiap daerah memiliki karakteristik dan kondisi sosial berbeda.
“Temuan tersebut menjadi salah satu bahan dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














