Tag: #DinasKetahananPanganParimo

  • Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga, Pemda Parimo Salurkan Bantuan Pangan

    Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga, Pemda Parimo Salurkan Bantuan Pangan

    PARIMO, theopini.idPemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bantuan pangan sebagai upaya menekan inflasi, sekaligus meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.

    Penyaluran bantuan tersebut, dilepas secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Tengah H Anwar Hafid, didampingi Bupati H Erwin Burase dan Wakil Bupati Abd Sahid, di halaman Kantor Bupati usai upacara HUT ke-24 Parimo, Jum’at 10 April 2026.

    “Bantuan ini, adalah tindak lanjut arahan Presiden dalam upaya pengendalian inflasi. Kita harapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat penerima bantuan,” ujar Bupati Parimo, H Erwin Burase.

    Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Parimo, bantuan ini merupakan alokasi Februari–Maret 2026 dari pemerintah pusat melalui penugasan Badan Pangan Nasional (BPN) kepada Perum Bulog.

    Bantuan yang disalurkan berupa beras 10 kilogram per penerima, dengan total mencapai 1.452.060 ton, serta minyak goreng sebanyak 290.412 liter.

    Jumlah penerima bantuan pada periode ini, tercatat sebanyak 72.603 jiwa, meningkat dari sebelumnya 42.306 penerima yang tersebar di 23 kecamatan, 278 desa, dan 5 kelurahan. Dengan demikian, terjadi penambahan sebanyak 30.297 penerima manfaat.

    Bupati Erwin menegaskan, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil dan merata, sejalan dengan upaya mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan.

    Menurutnya, meningkatnya jumlah penduduk serta persoalan kemiskinan menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan, yang juga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat.

    Karena itu, program bantuan pangan diharapkan mampu meredam gejolak harga, khususnya beras, di tengah meningkatnya permintaan di pasar.

    Ia juga menekankan, pentingnya peran Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial dalam memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, tertib administrasi, serta terhindar dari potensi kerugian negara.

    Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diminta mengawal pelaksanaan program hingga ke tingkat masyarakat, sementara pemerintah kecamatan dan desa diharapkan memastikan keakuratan data penerima.

    “Atas nama pemerintah daerah, kami menyambut baik bantuan ini. Semoga masyarakat Parimo, khususnya yang berpenghasilan rendah, dapat terbantu,” pungkasnya.

    Baca berita lainya di Google News

  • Jelang Ramadan, Pemda Parimo Salurkan 5 Ton Beras Lewat Program GPM

    Jelang Ramadan, Pemda Parimo Salurkan 5 Ton Beras Lewat Program GPM

    PARIMO, theopini.idMenjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menggelar Program Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu, 18 Februari 2026.

    Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Parimo itu, menjadi titik terakhir pelaksanaan GPM jelang Ramadan tahun ini.

    Program tersebut, bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana mengatakan, program GPM jelang Ramadan telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Sidoan dan sebagian wilayah eks Parigi.

    “Ini titik terakhir untuk pelaksanaan GPM jelang Ramadan,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, Pemda Parimo menyalurkan 5 ton beras yang dijual dengan harga Rp55 ribu per 5 kilogram, serta 400 karton minyak goreng. Selain itu, tersedia pula bahan pangan lainnya seperti telur, gula pasir, cabai, serta bawang merah dan bawang putih.

    Sofiana mengakui, volume pangan yang disalurkan tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Tahun ini besaran pangan yang kita salurkan memang jauh lebih kecil dibanding tahun lalu,” katanya.

    Ia menjelaskan, kondisi tersebut disesuaikan dengan kemampuan subsidi pemerintah daerah yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

    Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan.

    “Pemerintah akan terus mengupayakan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau,” tegasnya.

    Antusiasme masyarakat pada pelaksanaan GPM kali ini terpantau tinggi. Selain bahan pokok bersubsidi, pengunjung juga mendapatkan bibit cabai dan terong secara gratis.

    “Kegiatan ini akan kembali kita laksanakan menjelang Idulfitri,” pungkas Sofiana.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Gerakan Pangan Murah Jadi Strategi Parimo Kendalikan Inflasi

    Gerakan Pangan Murah Jadi Strategi Parimo Kendalikan Inflasi

    PARIMO, theopini.id Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menjadikan Gerakan Pangan Murah sebagai strategi utama menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan.

    “Ini juga sebagai langkah pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana, Rabu 10 September 2025.

    Baca Juga: Gerakan Pangan Murah di Parimo Diserbu Warga, Harga Sembako Turun Signifikan

    Ia menyebut, kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di tiga kecamatan, yakni Palasa, Mepanga, dan Moutong.

    Di Desa Salupengut, Kecamatan Moutong, pihaknya menyalurkan dua ton beras, satu ton minyak goreng, dan 500 Kilogram gula dengan harga yang lebih terjangkau.

    “Semua bahan pokok kita jual dengan potongan harga sekitar 30 persen,” tambahnya.

    Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, kali ini pembelian tidak menggunakan kupon. Warga bebas berbelanja dengan syarat minimal dua karung beras, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula.

    Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi karena kebijakan ini, memberi ruang lebih besar bagi warga untuk mendapatkan bahan pokok murah sekaligus mempercepat penyerapan.

    Baca Juga: 2 Ton Beras Ludes di Hari Pertama Gerakan Pangan Murah Polres Parimo

    “Pastinya program ini akan terus berkelanjutan meski program 100 hari kerja kepala daerah berakhir,” tegasnya.

    Ke depan, Dinas Ketahanan Pangan Parimo juga akan bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di wilayah lainnya.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Gerakan Pangan Murah di Parimo Diserbu Warga, Harga Sembako Turun Signifikan

    Gerakan Pangan Murah di Parimo Diserbu Warga, Harga Sembako Turun Signifikan

    PARIMO, theopini.id Ratusan warga memadati lokasi Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak secara nasional, Sabtu, 30 Agustus 2025.

    Di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan di ujung Jalur Dua, Desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah.

    Baca Juga: 2 Ton Beras Ludes di Hari Pertama Gerakan Pangan Murah Polres Parimo

    Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana Pandean mengatakan, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena harga sejumlah kebutuhan pokok dijual lebih murah dibandingkan harga pasar.

    “Gerakan Pangan Murah ini, merupakan salah satu cara pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. Kami bekerjasama dengan Bulog dan pedagang pasar agar masyarakat bisa membeli bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

    Menurut Sofiana, komoditas yang paling banyak dicari warga adalah beras, minyak goreng, dan telur ayam ras. Beras medium dijual Rp60 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Rp15 ribu per liter, serta telur ayam ras Rp50 ribu per rak. Harga tersebut lebih rendah karena adanya subsidi pemerintah.

    “Dengan adanya subsidi, masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya. Misalnya minyak goreng yang di pasar Rp19 ribu, di sini hanya Rp15 ribu per liter. Begitu juga gula pasir yang turun dari Rp18 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram,” jelasnya.

    Ia menambahkan, program pangan murah ini tidak hanya berlangsung sekali. Rencananya, kegiatan serupa akan kembali digelar pada Oktober 2025, agar masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

    Baca Juga: Gerakan Pangan Murah, Pemda Parimo Salurkan 10 Ton Beras

    “Harapannya masyarakat tahu bahwa gerakan ini serentak dilakukan dari pusat hingga daerah, termasuk di Kabupaten Parimo. Dan program ini terbuka untuk semua kalangan,” tegasnya.

    Gerakan Pangan Murah, menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan sekaligus mendekatkan pelayanan kebutuhan pokok kepada masyarakat.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Pemda Parimo Salurkan 8 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Parimo

    Pemda Parimo Salurkan 8 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Parimo

    PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menyalurkan delapan ton Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), untuk membantu warga di lima desa yang terdampak banjir.

    “Beras ini disalurkan untuk kebutuhan masyarakat dan juga dapur umum bagi para relawan,” kata Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Rahmatia, saat dihubungi theopini.id, Jum’at, 27 Juni 2025.

    Baca Juga: Bupati Parimo Serahkan Bantuan Cadangan Pangan untuk Korban Banjir di Sausu

    Ia merinci, penyaluran beras CPP di Kecamatan Palasa meliputi, Desa Ogoansam sebanyak 1.140 kilogram dan Desa Bambasiang sebanyak 425 kilogram. Penyaluran dilakukan pada 14 Maret dan 17 April 2025.

    “Di Palasa, selain untuk masyarakat, juga digunakan untuk mendukung kebutuhan dapur umum,” jelasnya.

    Sementara itu, di Kecamatan Sausu, bantuan diberikan untuk Desa Maleali sebanyak 1.180 kilogram dan Desa Sausu Pakareme sebanyak 2.705 kilogram. Keduanya disalurkan pada 14 Juni 2025.

    Untuk wilayah Kecamatan Bolano, bantuan disalurkan dua tahap, yakni 750 kilogram pada Kamis, 19 Juni 2025 dan 500 kilogram pada Jum’at, 27 Juni 2025..

    Sehingga totalnya, mencapai 1.250 kilogram. Seluruhnya diperuntukkan bagi kebutuhan dapur umum.

    “Bantuan ini kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Setelah menyalurkan untuk dapur umum di Bolano, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendata jumlah warga yang terdampak,” ungkap Rahmatia.

    Baca Juga: Pemda Sigi Terima Bantuan CPP 35 Ton Beras dari Pemprov Sulteng

    Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk memastikan bahwa distribusi bantuan kepada warga benar-benar tepat sasaran.

    “Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa untuk mengidentifikasi jumlah masyarakat yang terdampak banjir, agar bantuan berikutnya bisa lebih terukur dan merata,” tandasnya.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Semester 2025, GPM Telah Digelar di Tujuh Lokasi di Parimo

    Semester 2025, GPM Telah Digelar di Tujuh Lokasi di Parimo

    PARIMO, theopini.id – Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di tujuh titik sepanjang Januari hingga Juni 2025.

    Program ini, menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menekan inflasi dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

    Baca Juga: Dinas Ketahanan Pangan Parimo Gencar Gelar GPM hingga Harga Bapok Stabil

    “Kami laksanakan GPM jelang bulan suci Ramadan, Idul Fitri, dan saat HUT Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Rahmatia, saat dihubungi Jum’at, 27 Juni 2025.

    Rahmatia menjelaskan, pelaksanaan GPM pertama digelar pada Februari 2025 di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo.

    Kemudian dilanjutkan di empat titik di Kecamatan Tinombo Selatan, yaitu Desa Sigenti, Siney, Tanahmpedagi, dan Sidole.

    “Desa Bainaa Barat kami pilih karena termasuk daerah yang sulit akses pangan, letaknya cukup jauh ke pedalaman. Begitu juga desa-desa lain, semuanya dipilih berdasarkan pertimbangan kondisi kebutuhan pangan masyarakat setempat,” terangnya.

    Selain itu, GPM juga digelar di Kecamatan Siniu dan terakhir di Alun-Alun Kota Parigi, Kecamatan Parigi menjelang Hari Raya Idul Fitri pada Maret 2025.

    Baca Juga: Program GPM di Parimo Telah Lampaui Target Pelaksaan

    Rahmatia menegaskan, GPM tidak hanya sekadar menjual bahan pangan murah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.

    “Harapan kami, masyarakat bisa benar-benar merasakan manfaatnya. Ini bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga,” pungkasnya.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Gerakan Makan Sayur dan Buah di Parimo: Upaya Tingkatkan Capaian PPH

    Gerakan Makan Sayur dan Buah di Parimo: Upaya Tingkatkan Capaian PPH

    PARIMO, theopini.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar gerakan makan sayur dan buah, di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Jum’at, 29 November 2024.

    Kegiatan ini, diinisiasi Dinas Pangan Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Parimo.

    Baca Juga: Rakor Penguatan Gerakan Jumantik Lingkungan dan Implementasi Si Batik Maleo

    “Saya mengapresiasi Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah atas terlaksananya kegiatan Gerakan Makan Sayur dan Buah Tahun di Kabupaten Parimo,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Masdin.

    Kegiatan itu, kata dia, sebagai wujud komitmen dan kehadiran pemerintah dalam upaya meningkatkan pencapaian skor Pola Pangan Harapan (PPH), khususnya kelompok pangan sayur dan buah.

    Sejak 2022, Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah telah menginisiasi gerakan makan sayur dan buah, dalam rangka membangun sumber daya manusia yang sehat, aktif dan produktif, sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

    Gerakan ini, juga merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah secara rutin, setiap hari.

    “Selain itu, mendorong pemanfaatan sayur dan buah lokal secara massif diseluruh lapisan Masyarakat,” jelasnya.

    Gerakan makan sayur dan buah, memiliki tujuan yang cukup signifikan dalam menekan angka Stunting, khususnya pada pada kelompok calon pengantin (Catin), ibu hamil dan anak sekolah.

    Tujuan utamanya, ialah untuk meningkatkan pencapaian skor PPH, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten serta meningkatkan konsumsi sayur dan buah masyarakat.

    “Gerakan makan sayur dan buah yang dilakukan pada hari ini, juga dilaksanakan dibeberapa wilayah kabupaten dan kota,” ujarnya.

    Ia mengatakan, keberhasilan peningkatkan pencapaian skor PPH yang merupakan agenda program nasional dan daerah melalui gerakan makan sayur dan buah memerlukan komitmen dan sinergi kebijakan.

    Selain itu, program antara pemerintah pusat dan daerah, dalam mengintensifkan gerakan makan sayur dan buah serta mendorong kolaborasi yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dari hulu ke hilir sektor pentahelix Academics, Business, Community, Government, and Media (ABCGM).

    Baca Juga: Hadiri Gerakan Tanam Padi Sawah, Berikut Harapan Wabup Sigi

    Ia berharap, gerakan makan sayur dan buah dapat dilakukan secara masif dan menjangkau masyarakat miskin secara luas.

    “Sehingga, dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menekan kenaikan penduduk Stunting daerah dan turut serta dalam mengurangi angka penduduk rawan pangan dan gizi di Kabupaten Parimo,” pungkasnya.

  • Pj Bupati Parimo Launching Kios Pangan

    Pj Bupati Parimo Launching Kios Pangan

    PARIMO, theopini.id Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah lounching kios pangan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Launching kios pangan ini, dilakukan langsung oleh Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo, di kantor Dinas Ketahanan Pangan, di Parigi, Jum’at, 11 Oktober 2024.

    Baca Juga: Sambut HUT ke-79 RI, Pemprov Sulteng Salurkan Paket Pangan Bergizi di Sigi

    “Ini sesuai dengan surat edaran Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang mengharuskan adanya Kios Pangan disetiap kabupaten di Indonesia,” kata Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Rahmatia.

    Ia mengatakan, tujuan dibentuknya Kios Pangan ini untuk memudahakan efektifitas masyarakat terhadap kebutuhan bahan pangan.

    Keberadaan Kios Pangan juga merupakan langkah Bapanas untuk melibatkan secara langsung para pelaku usaha maupun UMKM.

    Nantinya, kata dia, Kios Pangan akan beroperasi setiap hari, menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang sama diberikan distributor.

    “Di Kios Pangan juga  kita lakukan program Jumpa Mart setiap jumat, yang menawarkan harga sedikit lebih murah,” ujarnya.

    Melalui Jumpa Mart, dipastikan masyarakat dapat menemukan lima komoditis pangan, berupa gula, telur, bawang putih, dan bawang merah yang secara rutin tersedia.

    Sebab, pada hari lainnya Kios Pangan hanya akan menyediakan bahan pangan, berupa bawang dan beras serta cabai keriting yang bisa dipenuhi sesuai permintaan pasar.

    Baca Juga: Pemda Parimo Akan Launching Penyaluaran Bantuan Pangan

    “Ketersediaan lima komoditi tersebut, memang sudah diketahui masyarakat yang sering memenuhi kebutuhan bahan pangannya di Kios Pangan,” kata dia.

    Ia memastikan, dengan anggaran yang tersedia dari hasil subsidi program pangan murah, kegiatan Jumpa Mart akan terus dilaksanakan hingga Desember 2024.

  • Pemda Parimo Akan Launching Penyaluaran Bantuan Pangan

    Pemda Parimo Akan Launching Penyaluaran Bantuan Pangan

    PARIMO, theopini.id Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akan melauching penyaluran bantuan pangan tahab II, dalam waktu dekat.

    “Dalam waktu dekat ini, kami akan melapor ke Bupati terkait agenda launching penyaluran bantuan pangan ini. Kegiatan ini, rencananya dilaksanakan pada hari Jum’at, 11 Oktober 2024,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Distribusi dan Cadangan Pangan,  Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Rahmatia, di Parigi, Senin, 7 Oktober 2024.

    Ia menjelaskan, untuk penyaluran bantuan pangan tahab II tahun ini, dilakukan pada Agustus, September dan Oktober.

    Meskipun, lauchingnya baru akan dilaksanakan pada Oktober ini. Namun, sebenarnya penyaluran bantuan pangan ke beberapa desa telah dimulai sejak Agustus 2024.

    Baca Juga: Dua Poktan di Parimo Terima Bantuan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan

    Berdasarkan jadwal penyaluran bantuan pangan sejak 1 Oktober 2024, wilayah Kecamatan Sausu hingga eks Parigi telah disalurkan.

    “Untuk wilayah Kecamatan Siniu,  Ampibabo, Toribulu sampai Tinombo, juga sudah dilakukan penyaluran sejak 7 Oktober 2024. Setiap Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat, diberikan bantuan pangan sebanyak 10kg beras, ” ujarnya.

    Selain penyaluran bantuan pangan, pihaknya juga akan menggelar lauching program Jum’at Pangan Murah Berkualitas (Jumpa Mart).