Example 1280x250

BBM Langka di Parimo, Kapolres Sebut Akibat Pembatasan Stok

Kapolres Parimo, Sulawesi Tengah, AKBP Yudy Arto Wiyono. (FOTO : Pardy)

PARIMO, theopini.id – Kapolres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, AKBP Yudy Arto Wiyono menyebut, kelangkaan BBM yang belakangan terjadi di wilayah setempat, akibat pembatasan stok menjelang akhir tahun.

“Terkait masalah BBM, disatu sisi itu memang ada pembatasan stok menjelang akhir tahun,” ungkap Kapolres, saat ditemui di Mapolres Parimo, Kamis 23 Desember 2021.

Menurut dia, pembatasan stok BBM dari pihak depot Pertamina ke sejumlah SPBU di Parimo, biasanya terjadi pada November dan Desember.

Pihaknya telah mengambil langkah-langkah, agar kelangkaan tidak menjadi kendala bagi masyarakat mendapatkan BBM, dengan mengundang pihak pengelola SPBU.

“Kalau sebelumnya kuota BBM bisa dua sampai tiga kali seminggu didistribusikan ke SPBU, sekarang cuman satu,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah meminta pengelola SPBU mengatur kembali pendistribusian BBM, dengan memprioritaskan masyarakat yang memiliki kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Pengisian BBM menggunakan jerigen di SPBU, kata dia, diminta harus menunjukan surat keterangan kepala desa atau kelurahan tempat masyarakat tersebut berdomisili.

“Kalau tidak ada surat itu, jangan dilayani. Begitu juga yang punya kendaraan, dibatasi berapa liter saja. Karena kita harus membagi, biar semuanya dapat,” kata dia.

Dia menyebut, pihaknya juga telah meminta kepada setiap Polsek untuk berkoordinasi dengan pengelola SPBU, dalam rangka pengawasan.

Sehingga, pendistribusian berjalan dengan baik dan lancar, serta tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas di wilayah setempat.

“Polsek begitu ada mobil tangki BBM datang, saya minta berkoordinasi dengan pihak SPBU. Langsung melakukan langkah-langkah tadi,” kata Yudy.

Kapolres menepis, kelangkaan BBM terjadi akibat maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Parimo.

“Bukan, memang karena pembatasan stok. Silakan ditanyakan ke SPBU sendiri,” pungkasnya.

Laporan : Novita Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!