the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Atasi Ketergantungan Impor, Perlu Ekosistem Pemberdayaan Petani

the OPINIbythe OPINI
28 Maret 2022
in Headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
28 Maret 2022
in Headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
Sulteng Optimalkan Kawasan Pangan Nusantara dengan Target 15 Ribu Hektare

Hasil pertanian tanaman kedelai. (Foto : Tribun Jogja)

Baca Juga

Wapres Imbau Menteri Maju Pileg Tetap Jalankan Tugas

Wapres Minta Pengelola Zakat Tingkatkan Kualitas Tata Kelola

Terjadi Lagi, Kemenkes Diminta Investigasi Sumber Gagal Ginjal Akut

Theopini.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebutkan, perlu ekosistem pemberdayaan petani dalam mengembangkan sektor pertanian, untuk mengatasi ketergantungan impor komoditas pangan, seperti kedelai, jagung, dan bawang.

“Masyarakat kadang-kadang bisa menanam tetapi tidak bisa menjual. Kadang-kadang juga sulit karena tidak ada lahannya,” sebut Wapres saat dalam keterangan pers, Senin 28 Maret 2022.

Hal itu disampaikannya, usai meresmikan Peluncuran Aplikasi Lapak Abah-Ojek Desa dan Santri Digitalpreneur di Kantor Bupati Purwakarta, Jl. Ganda Negara No. 11A, Nagri Kidul, Purwakarta, Jawa Barat, Senin.

Menurut dia, Indonesia selama ini dikenal sebagai negara agraris karena memiliki lahan pertanian yang luas dan sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian.

Namun sayangnya, hingga saat ini Indonesia belum juga mampu memenuhi kebutuhan beberapa komoditas pangan hasil pertanian, sehingga masih tergantung pada produk impor.

Oleh sebab itu, ia meminta adanya ekosistem pemberdayaan petani mulai dari pemberian akses kepada masyarakat untuk memanfaatkan sebagian lahan, misalnya yang dikuasai swasta dan BUMN.

“Memanfaatkan lahan-lahan yang masih bisa digunakan yang dikuasai oleh swasta maupun juga BUMN. Ini kita ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Ma’ruf, ekosistem tersebut juga harus menyediakan offtaker untuk membantu pembiayaan dan memasarkan produk pertanian yang dihasilkan para petani.

“Ada semacam offtaker yang bisa memfasilitasi untuk memberi pembiayaan kemudian juga memasarkan, jadi ada semacam intermediatornya. Nah ini merupakan satu ekosistem yang coba kita bangun,” ungkapnya.

Di samping itu, saat meresmikan Aplikasi Lapak Abah-Ojek Desa dan Santri Digitalpreneur, ia menekankan, ekosistem pemberdayaan petani juga perlu memanfaatkan teknologi digital.

“Digitalisasi diharapkan akan semakin menggugah inovasi dan melahirkan bisnis model yang beragam sehingga menumbuhkan berbagai aktivitas ekonomi di tengah kendala-kendala tradisional, seperti kendala geografis,” ujarnya.

Untuk itu, Ma’ruf pun mengapresiasi inovasi Yayasan Dewa Dewi Indonesia yang berhasil menciptakan marketplace Lapak Abah yang khusus menjual produk-produk buatan Indonesia.

“Saya juga mendengar adanya aplikasi Jekdes (Ojek Desa), yang menyediakan transportasi online untuk membantu aktivitas perekonomian di perdesaan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru,” imbuhnya.

Terobosan-terobosan tersebut, kata dia, akan dapat mempermudah distribusi hasil pertanian dan produk-produk UMKM masyarakat desa.

“Mudah-mudahan, dengan kemajuan teknologi, jangkauan pemasaran produk-produk unggul di Kabupaten Purwakarta khususnya akan juga merambah ke pasar global,” harapnya.

Dia juga meyakini, dengan pembentukan ekosistem pemberdayaan petani dan pemanfaatan teknologi digital akan membantu meningkatkan pendapatan banyak masyarakat.

“Kita ingin memberdayakan masyarakat dan melakukan pemulihan ekonomi nasional di tingkat akar rumput di tingkat masyarakat, supaya kita mendorong untuk dilakukan pemerataan pendapatan ekonomi kepada masyarakat,” pungkasnya. ***

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #AtasiKetergantunganImpor#ImporKomoditasPangan#KomoditasBawang#KomoditasJagung#KomoditasKedelai#Pengembangansektorpertanian#Wapres
Previous Post

Susun Skema dan Lokus 2023, Pemda Parimo Gelar Rembuk Stunting

Next Post

Basarnas Kota Palu Kekurangan Data Potensi SAR di Parimo

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Parimo Dapat Tambahan Kuota Peremajaan Kakao 2.500 Hektare, Penyaluran Ditargetkan Akhir 2026

Parimo Dapat Tambahan Kuota Peremajaan Kakao 2.500 Hektare, Penyaluran Ditargetkan Akhir 2026

27 Oktober 2026
Kerja Sama dengan PT BMG, Disperindag Parimo Gelar Sosialisasi Pengembangan SIKIM Kelapa Terpadu

Kerja Sama dengan PT BMG, Disperindag Parimo Gelar Sosialisasi Pengembangan SIKIM Kelapa Terpadu

27 Oktober 2026
Diah Puspita: Pendidikan Karakter Harus Jadi Prioritas

Diah Puspita: Pendidikan Karakter Harus Jadi Prioritas

26 Oktober 2026
Peringatan Bulan Bahasa, SDN 3 Parigi Dorong Siswa Cintai Bahasa dan Kembangkan Kreativitas

Peringatan Bulan Bahasa, SDN 3 Parigi Dorong Siswa Cintai Bahasa dan Kembangkan Kreativitas

26 Oktober 2026
Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

24 Oktober 2026
Dugaan PETI Rio Pakava, Polres Donggala Dalami Peran Pengelola hingga Pemodal

Dugaan PETI Rio Pakava, Polres Donggala Dalami Peran Pengelola hingga Pemodal

24 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Gempa Bumi Terkini 5.4 M Guncang 136 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY

27 Oktober 2026
DPRD dan Pemda Banggai Sepakati Tujuh Ranperda, Tiga Belum Rampung

DPRD dan Pemda Banggai Sepakati Tujuh Ranperda, Tiga Belum Rampung

27 Oktober 2026
Penanganan Karhutla di Lore Utara Berlanjut, 0,5 Hektare Area Ditangani

Penanganan Karhutla di Lore Utara Berlanjut, 0,5 Hektare Area Ditangani

27 Oktober 2026
Kapolda Sulteng Gandeng FKUB Jaga Kerukunan dan Dukung Pemberantasan Narkoba

Kapolda Sulteng Gandeng FKUB Jaga Kerukunan dan Dukung Pemberantasan Narkoba

27 Oktober 2026
Yushar Minta Kuota BBM Nelayan Parimo Dievaluasi

Yushar Minta Kuota BBM Nelayan Parimo Dievaluasi

27 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Munafri Dorong Penguatan PAUD dan Edukasi Lingkungan Sejak Dini

Munafri Dorong Penguatan PAUD dan Edukasi Lingkungan Sejak Dini

24 Oktober 2026
Wakapolda Sulteng Ingatkan Pelajar SMAN 1 Palu soal SIM dan Bahaya Judi Online

Wakapolda Sulteng Ingatkan Pelajar SMAN 1 Palu soal SIM dan Bahaya Judi Online

26 Oktober 2026
Reny Dorong Penguatan Aturan Fasilitasi Pesantren di Sulteng

Reny Dorong Penguatan Aturan Fasilitasi Pesantren di Sulteng

21 Oktober 2026
Diah Puspita: Pendidikan Karakter Harus Jadi Prioritas

Diah Puspita: Pendidikan Karakter Harus Jadi Prioritas

26 Oktober 2026
Wagub Reny Usulkan Embarkasi Antara, Jemaah Haji Sulteng Tak Perlu Menginap di Balikpapan

Wagub Reny Usulkan Embarkasi Antara, Jemaah Haji Sulteng Tak Perlu Menginap di Balikpapan

21 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d