JAKARTA, theopini.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mendorong peningkatan konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia untuk penanganan masalah gizi nasional.
“Gizi nasional menjadi permasalahan beberapa kementerian yang menangani kesehatan, yang disebut tiga beban gizi nasional, yakni gizi kurang atau kurang gizi, kelebihan berat badan, dan kekurangan dari mikronutrien,” ungkap Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Erwin Dwiyana, S.Pi. M.Sc, di Jakarta, Senin, 14 November 2022.
Baca Juga : Zulfinasran Paparkan Potensi Perikanan dan Kelautan Parimo di Wabinar KKP
Hal itu, diungkapkan Erwin Dwiyana dalam wabinar bincang bahari, dengan tema ‘menjadikan ikan sebagai solusi ketahanan pangan’, Senin.
Menurutnya, salah satu yang menjadi prioritas Pemerintah Pusat dari tiga permasalah gizi nasional, yakni Stunting. Dimana Stunting, kata dia, menyebabkan kekurangan gizi kronis, atau gizi buruk yang berlangsung lama dan menyebabkan tinggi badan anak atau balita tidak sesuai dengan usianya.
“Implikasinya banyak, jadi tidak hanya secara fisik. Tetapi, dampaknya juga berpengaruh dari sisi kemampuan menangkap informasi dalam belajar, dan tentunya berkembang dalam produktivitas kinerja ataupun kerja,” paparnya.
Satu hal yang perlu digaris bawahi, kata dia, Stunting tidak hanya masalah tinggi badan saja. Tetapi anak atau balita yang penderita Stunting, berdasarkan hasil penelitian mengalami gangguan perkembangan. Akibat, kurangnya asupan makanan untuk perkembangan otak, di antaranya adalah omega 3 yang paling banyak terdapat pada daging ikan.
Hal ini, menjadi poin penting, bagaimana KKP terus mendorong agar masyarakat bisa meningkatkan konsumsi ikan. Bahkan, tidak hanya untuk kesehatan, dan kecerdasan, namun dapat menjadi investasi untuk menghasilkan generasi emas di 2045.
“Terpenting adalah dapat memperkuat ketahanan tubuh masyarakat, dan ikut mendukung hadirnya generasi yang akan membangun Indonesia di masa mendatang,” tukasnya.
Dia pun menuturkan, pada kesempatan bincang bahari dan pelaksanaan Hari Ikan Nasional (Harkannas) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada 21 November 2022, KKP ingin menggaungkan bersama, bahwa ikan menjadi sumber bahan pangan dan memiliki kelebihan dalam membantu pengawalan penanganan Stunting.
Baca Juga : KKP Minta Pemda Parimo Rampungkan Rundown Harkanas 2022
Disisi lain, peningkatan populasi di dunia akan terus bertambah, sehingga membutuhkan penambahan energi, air dan pangan. Ketika mengetahui beberapa wilayah Indonesia memiliki sumber daya ikan yang cukup banyak, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai solusi ketahanan pangan.
“Kenapa kita tidak memanfaatkan sumber daya ikan ini, dalam menghadapi peningkatan pertumbuhan ataupun populasi penduduk dan bagaimana kita memanfaatkan atau mendorong produktivitas kaitannya dengan penyediaan ikan, serta keterjangkauannya kepada masyarakat,” pungkasnya.







Komentar