UPT PPA DP3A Sulteng Ungkap Kondisi Korban Asusila Ulah 11 Pelaku

PARIMO, theopini.id UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, mengungkapkan remaja 15 tahun yang mengalami tindak asusila 11 pelaku, dalam kondisi sakit serta harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Kami sudah menerima hasil tes kanker dan tumor yang dijalani korban, dari Laboratorium Prodia hari ini. Hanya saja, tidak bisa kami beberkan hasilnya. Namun pastinya, ditemukan indikasi sakit yang serius,” ungkap Petugas UPT PPA, Salma, di Palu, Senin, 29 Mei 2023.

Baca Juga: Ini Tanggapan Polda Sulteng Atas Kasus Asusila Libatkan 11 Pelaku

Menurutnya, korban harus kembali menjalani serangkai pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Kota Palu, karena merasakan nyeri hebat di bagian perutnya, pada Jum’at sore, 26 Mei 2023.

Korban yang masih berusia di bawah umur, mendapatkan penanganan medis dari dua orang dokter, yakni ahli bedah anak dan ahli onkologi, khusus reproduksi.

“Sejak Senin pekan kemarin, kami sudah mendampingi korban untuk melakukan serangkaian pemeriksaan di rumah sakit. Akhirnya korban mendapatkan surat rujukan dari Prodia untuk menjalani tes,” kata dia.

Pada hari ini, kata dia, korban yang kembali mendapatkan surat rujukan, harus menjalani CT Scan di rumah sakit berbeda.

Dalam penanganan kasus ini, UPT PPA telah membentuk tim untuk melakukan pendampingan yang telah dilakukan sejak pekan kemarin, pasca OPD terkait di wilayah asalnya melimpahkan korban kepada DP3A Sulawesi Tengah.

“Tim ini, terdiri dari Psikolog Klinis, pendamping hukum hingga beberapa staf UPT PPA lainnya yang membantu mobilisasi kebutuhan pelayanan kesehatan,” urainya.

Meskipun perawatan medis korban menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah. Namun, biaya beberapa obat yang tidak ditanggung BPJS, menjadi tanggung jawab pihaknya.

Sementara pemeriksaan tes kanker dan tumor yang dilakukan di luar rumah sakit, telah ditanggulangi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di wilayah asal korban.

“Kami pun sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, untuk menempatkan korban di ruangan khusus, agar lebih privasi,” tuturnya.

Bahkan, lanjutnya, pasca menjalani perawatan medis, korban akan segera menempatkan korban di rumah aman. Sehingga, mengantisipasi berbagai tekanan atau intervensi dari pihak lain.

Baca Juga: Terbuai Janji Manis, Remaja di Parimo Diduga Jadi Korban Asusila

“Memang di awal, keluarga korban belum menerima ditempatkan di rumah aman. Tapi kami pahami, karena banyaknya SOP yang harus diikuti. Sehingga, saat tiba di Palu, mereka memilih tinggal di rumah koleganya, namun masih dalam pantauan kami,” tukasnya.

Rencananya, dalam waktu dekat UPT PPA akan berkunjung ke Polres Parimo, untuk pendampingan asistensi progress hukum.    

Komentar