PALU, theopini.id – Universitas Al-Khairat (UNISA) Palu, Sulawesi Tengah mengggelar kuliah tamu dengan tema ‘Tol Laut dan Upaya Mendongkrak Perekonomian Indonesia’, Senin, 12 Juni 2023.
Kuliah tamu ini, menghadirkan narasumber Komisaris PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), Ali Masykur Musa, di Aula Fakultas Ekonomi Unisa Palu.
“Data menunjukan 70 persen wilayah NKRI merupakan perairan/lautan, dan 30 persen lainnya adalah daratan. Melihat hal ini, tentunya PT PELNI sangat memiliki peran penting,” kata Rektor UNISA Palu, Umar Alatas, dalam sambutannya.
Baca Juga: Unismuh Palu Resmi Buka Kampus 3 di Parimo
Menurutnya, Indonesia menjadi urutan ke-2 yang memiliki garis pantai terpanjang. Wilayah ini, menjadi sentral dan harus dikelola.
“Periaran ini juga memiliki potensial dalam pengembangannya seperti sektor perhubungan dan sektor ekonomi,” kata dia.
Sementara itu, Komisaris PT PELNI, Ali Masykur Musa menjelaskan, maksud dan tujuan program tol laut, yaitu menjangkau serta mendistribusikan logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.
Selain itu, menjamin ketersediaan barang dan mengurangi disparitas harga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program Tol Laut, telah diturunkan dalam sembilan agenda aksi Nawa Cita pemerintah, di antaranya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah, dan desa,” kata dia.
Hal itu, kata dia, dalam kerangka kesatuan, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing dipasar internasional, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
Terdapat indikator-indikator keberhasilan program Tol Laut, yaitu ketersediaan barang pokok dan penting lainnya. Sehingga dapat mengurangi disparitas harga pada daerah tujuan tol laut, konektivitas logistik barang.
Tujuannya, agar bisa mencapai ke daerah 3TP, ketersediaan kapal yang terjadwal dan teratur untuk dapat mengangkut barang pokok dan penting.
Baca Juga: Pemkot Palu Diminta Berikan Bantuan ke Panti Asuhan Baitul Rahim
“Terdapat beberapa manfaat layanan tol laut, seperti ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting, sarana promosi dan penjualan produk unggul daerah, meningkatnya investasi di daerah, tersedia angkutan barang menuju daerah 3TP, tarif pengangkutan barang menggunakan kapal swasta/komersil cenderung turun sehingga biaya pengiriman relatif rendah,” paparnya.














