Example 1280x250
Daerah  

Pemkot Palu Diminta Berikan Bantuan ke Panti Asuhan Baitul Rahim

Pemkot Palu Diminta Berikan Bantuan ke Panti Asuhan Baitul Rahim
Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kota Palu menyerahkan bantuan ke Panti Asuhan Baitul Rahim, Minggu 20 Maret 2022. (Foto : Istimewa)

PALU, theopini.id – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Kota Palu, Sulawesi Tengah, meminta pemerintah setempat memberikan perhatian kepada Panti Asuhan Baitul Rahim, yang kurang lebih enam tahun lamanya tak lagi tersentuh bantuan.

“Kami pada Minggu, 20 Maret 2022, melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Baitul Rahim yang berdiri pada tahun 1998, beralamat di jalan Purnawirawan, Tatura Utara Kota Palu, untuk melakukan penyaluran Bantuan berupa Sembako,” ungkap Ketua IMM Bidang Hikmah dan Advokasi IMMawan Anca Dunggio, saat dihubungi di Kota Palu, Jum’at 25 Maret 2022.   

Menurut dia, kunjungan yang dilakukan mahasiswa FKIP yang tergabung dalam IMM FKIP, HIMAPAUD, HIMAPENBRIS, BEM FKIP tersebut, dilakukan karena bentuk kepedulian terhadap anak-anak Panti Asuhan Baitul Rahim.

Sebab, beberapa pekan sebelumnya mereka sempat melihat video yang beredar di Media Sosial (Medsos),  yang merekam anak-anak penghuni Panti Asuhan Baitul Rahim makan nasi tanpa lauk.

“Berdasarkan pengakuan Bahar, selaku penanggung jawab, mengatakan kalau Panti itu sudah lama tidak mendapatkan bantuan dana. Bahkan, tidak pernah lagi dikunjungi oleh Dinas Sosial Kota Palu,” ungkapnya.

Padahal kata dia, kehadiran Dinas Sosial Kota Palu yang menaungi segala persoalan berkaitan dengan kemanusiaan, sangat diharapkan.  

Di sisi lain, berdasarkan amanat UU pasal 34 tahun 1945, negara wajib memelihara anak terlantar dan fakir miskin, sehingga Pemkot Palu harus memberikan perhatian dan bantuan kepada para penghuni panti. 

“Kami sangat menyayangkan persoalan yang terjadi pada Panti Asuhan Baitul Rahim Kota Palu,” ucapnya.

IMMawan juga menegaskan, menyuarakan persoalan ini merupakan bagian dari tanggung jawab mahasiswa sebagai sosial of control. Terkhusus bagi Kader IMM, agar lebih peka terhadap realitas sosial yang terjadi.

“Terlebih lagi penegasan dalam QS Al-ma’un, bahwa orang-orang yang mendustakan agama adalah orang-orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin” tegasnya.

Dia berharap, Dinas Sosial Kota Palu segera terketuk hatinya, untuk peduli dan terdorong untuk memperhatikan nasib anak-anak tersebut, yang kurang lebih berjumlah 35 orang.

“Tolong pemerintah memperhatikan nasib mereka. Mereka adalah anak bangsa yang nantinya sebagai pelopor pelangsung serta penyempurna umat, agama serta negara. Mereka berhak mendapatkan jaminan perlindungan dari Negara,” pintahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!