Hasanuddin Contact ke Parimo, Advokasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok

PARIMO, theopini.idHasanuddin Center For Tabacco Control AND NCD Prevention (Hasanudin Contact) berkunjung ke Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah untuk memberikan advokasi kebijakan kawasan tanpa rokok.

Diketahui, Hasanudin Contact sebagai pusat kajian dan pengendalian rokok, dan penyakit tidak menular di bawah naungan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Dokter Forensik Temukan Tanda Kekerasan pada Tubuh Korban Pembunuhan di Palu

Kunjungan tim Hasanuddin Contact, diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo, Zulfinasran A Tiangso, di lantai II, Kantor Bupati Parimo, Senin, 12 Februari 2024.

Pada kesempatan itu, Direktur Hasanuddin Contact, Alimin Maidi menjelaskan tentang pentingnya implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok sebagai upaya melindungi kesehatan anak-anak, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Mengapa ini penting, dan mengapa kami jauh-jauh dari Makassar keliling Indonesia Timur, karena kita berharap pada 2045, anak-anak kita akan menjadi pemimpin bangsa yang cerdas dan sehat. Tapi kalau terekspos rokok itu akan susah,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Zulfinasran, mengatakan Kabupaten Parimo telah memiliki regulasi terkait kawasan tanpa rokok dan telah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup) nomor 02 tahun 2015.

Dalam Perbup tersebut, juga telah diatur larangan bagi setiap orang merokok di kawasan tanpa rokok termasuk larangan mempromosikan, mengiklankan, menjual atau membeli rokok.

Baca Juga: Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan di RSUD Anuntaloko Parigi Dikeluhkan

Ia menjelaskan, larangan menjual dan membeli tersebut dikecualikan untuk tempat umum yang memiliki izin untuk menjual rokok.

“Namun dalam pelaksanaan aturan tersebut, sejauh ini belum berjalan maksimal. Sehingga asap rokok masih merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang hingga detik ini masih sangat sulit diselesaikan,” pungkasnya.

banner 1280x250