PARIMO, theopini.id – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mengaku baru mengetahui adanya penutupan nama Gelanggang Olahraga (GOR) Tombolotutu, dengan spanduk bertulis Jono Kalora.
Jono Kalora, merupakan nama desa lokasi pembangunan GOR Tombolotutu, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parimo.
Baca Juga: Soal Penamaan GOR Tombolotutu, Ini Penjelasan Disporapar Parimo
“Info adanya penutupan nama GOR Tombolotutu menjadi Jono Kalora ini, baru saya tahu dari teman-teman media,” kata Plt Kepala Disporapar Parimo, Eny Susilowaty, di Parigi, Senin, 29 April 2024.
Ia mengatakan, menduga penutupan nama Timbolotutu dengan spanduk Jono Kalora terjadi pada hari libur.
Bahkan, ia mengaku belum mendapatkan laporan sama sekali dari kedua petugas penjagaan GOR Tombolotutu.
“Ini akan kita evaluasi ke depan,” ujarnya.
Atas kejadian itu, Eny Susilawati telah menindaklanjutinya dengan memerintahkan jajarannya untuk menelusuri penutupan nama GOR Tombolotutu dengan spanduk.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga pada Disporapar Parimo, Mohamad Rusmin mengatakan telah mencabut spanduk bertulis Jono Kalora tersebut.
“Kami sudah mengundang penjaga GOR, dan sudah mengamankan spanduk tersebut,” kata dia.
Hingga kini, ia dan jajarannya belum mengetahui siapa oknum yang melakukan pemasangan spanduk bertulis Jono Kalora tersebut.
Baca Juga: Peresmian GOR Tombolotutu Diharapkan Memotivasi Atlet Parimo
Namun informasi dari warga sekitar, kejadian terjadi pada sore hari di waktu libur oleh oknum yang menggunakan mobil berwarna merah.
“Kita akan terus lakukan penelusuran, guna mencari kejelasan akan maksud dan tujuan dari pemasangan spanduk itu. Mengingat penamaan Gor Tombolotutu sudah berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup),” pungkasnya.






