PARIMO, theopini.id – Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kota Palu menggelar praktekum manajemen kegawatdaruratan masyarakat pantai, di Pos TNI AU, Desa Lebo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
“Kegiatan itu, merupakan stase terakhir yang harus diselesaikan mahasiswa Profesi Ners,” kata Wadir I Bidang Akademik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu, Nurmiaty, Kamis, 30 Mei 2024.
Baca Juga: 50 Potensi Pencarian dan Pertolongan di Sulteng Ikut Uji Kompetensi
Selain memiliki pesisir patai yang panjang, kata dia, Poltekkes Kemenkes Palu memilih Kabupaten Parimo untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Sehingga, bisa dikenal masyarakat, dan putra putri di Kabupaten Parimo dapat mewujudkan cita-citanya menjadi tenaga kesehatan di Poltekkes Kemenkes Palu.
Praktik ini, menurutnya, bukan hanya sebagai stase akhir dari Profesi Ners, tetapi juga untuk membentuk karakter mahasiswa menjadi perawat.
“Tentunya, perawat yang tidak hanya merawat pasien di dalam ruangan. Tetapi juga di lapangan dan membentuk mental mahasiswa agar siap dengan kondisi apapun,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kesra Kabupaten Parimo, Mawardin menyambut baik praktek manajemen kegawatdaruratan masyarakat pantai tersebut.
Sebagai UPT Kemenkes RI, kata diam Poltekkes merupakan mitra Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah terjalin sejak lama dibidang kesehatan.
“Poltekkes Kemenkes Palu merupakan penyuplai tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, tenaga sanitasi dan tenaga gizi baik yang digunakan dalam maupun luar Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Mawardin, yang hadir mewakili Pj Bupati Parimo.
Ia mengatakan, Kabupaten Parimo memiliki demografis berbatasan dengan Teluk Tomini. Sehingga kemungkinan dapat terjadi kegawatdaruratan di daerah pesisir pantai yang cukup besar.
Baca Juga: Remaja Asal Sigi Tenggelam Saat Mandi di Sungai Randau
Olehnya, dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan mahasiswa ini, diharapkan mampu menerapkan apa yang telah dipelajari dibangku kuliah selama ini.
“Kemudian, mampu memberikan pemahaman, pengetahuan dan penanganan dasar pada keadaan gawat darurat kepada masyarakat serta berperan aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan,” pungkasnya.






