PALU, theopini.id – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memberikan penghargaan kepada sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah.
Daerah penerima penghargaan ini, dinilai komitmen dalam pelaksanan percepatan Pembangunan daerah tertinggal, pada 2022-2024.
Baca Juga: Kemenko PMK Gelar Rakor Penyusunan Arah Kebijakan UU Desa di Palu
Penghargaan tersebut, diserahkan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Sorni Paskah Daeli, mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy, di Palu, Jum’at, 14 Juni 2024.
Sejumlah jajaran pemerintah yang telah mampu melakukan inovasi dan percepatan Pembangunan ini, di antaranya Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, serta Kabupaten Tojo Una-Una, termasuk Provinsi Sulawesi Tengah.
“Diharapkan dengan diterimanya piagam penghargaan, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dari Bapak Menko PMK, akan terus berkelanjutan dalam memajukan daerahnya dan tidak lagi kembali menjadi tertinggal. Pendampingan dari pusat akan terus diberikan,” ujar Sorni Paskah Daeli.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020, tentang Penetapan Daerah Tertinggal pada 2020-2024, terdapat 62 kabupaten yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal.
Berdasarkan data itu, sebaran daerah tertinggal berada di Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Tojo Una-Una. Ketiganya masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
Percepatan pembangunan daerah tertinggal, merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
Terdapat enam dimensi dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2020, yakni perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, serta karakteristik daerah.
Selain itu, terdapat 22 indikator yang seluruhnya terangkum dalam Indeks Komposit Ketertinggalan (IKK).
Melalui IKK 2024, sebagaimana target RPJMN 2020-2024, diproyeksikan sebanyak 25 kabupaten dengan predikat daerah tertinggal dapat dientaskan.
Tiga daerah tertinggal dengan potensi entas tersebut, di antaranya berada di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Tojo Una-Una. Wilayah ini, tergolong calon potensi entas, jika mendapat nilai IKK lebih dari 60.
“Saya ucapkan selamat kepada tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah. Pada 2024, berdasarkan capaian 22 indikator, maka tiga kabupaten tersebut diharapkan dapat dinyatakan sebagai calon DT Entas dan wilayah Sulawesi keluar dari daerah tertinggal”, imbuh Sorni.
Kemenko PMK dalam program kerjanya, kata dia, memperhatikan percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui tiga langkah, yang disebut trilogi pemerataan pembangunan wilayah.
Di antaranya, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penyelenggaraan layanan dasar, peningkatan kapasitas, dan kebijakan aksi afirmasi.
“Ketiga langkah ini, merupakan aspek yang harus dipenuhi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan, berkualitas, dan berkeadilan,” terangnya.
Upaya kolaboratif dalam perwujudan percepatan pembangunan daerah tertinggal, penting dilakukan untuk mencapai target optimis pengentasan 25 daerah tertinggal, menjadi daerah entas sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020-2024.
Baca Juga: Rumah Sakit di Indonesia Diharap Jalankan Kelas Standar BPJS
Sejumlah perwakilan yang menerima penghargaan tersebut, di antaranya Pj Bupati Donggala Moh. Rifani, Asisten Bidang Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Sigi Selvy, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una Alimudin Muhammad, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Fahrudin.






