PALU, theopini.id – Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dilengkapi fasilitas permukiman bagi masyarakat terdampak tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.
“Dari total penugasan kepada Kementerian PUPR untuk pembangunan Huntap di Palu sebanyak 5.598 unit. Saat ini sebanyak 5.216 unit telah selesai konstruksi,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan, Iwan Suprijanto, di Palu, Jum’at, 14 Juni 2024.
Baca Juga: Menko PMK Serahkan Kunci Huntap Warga Terdampak Bencana di Sulteng
Menurutnya, dari total Huntap yang selesai konstruksi, sebanyak 4.264 unit siap dihuni dan 3.524 unit yang sudah benar-benar dihuni atau ditempati.
Iwan berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) terus membantu melakukan percepatan penghunian Huntap yang telah dibangun.
“Seperti lewat penerbitan SK penghunian, serah terima aset, penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sehingga Huntap yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Jumlah Huntap tahap 2B yang dibangun di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah sebanyak 961 unit, yakni Zona 2A 1 sebanyak 750 unit, Zona 2B 1 sebanyak 169 unit, dan Zona 2B 2 sebanyak 42 unit.
Huntap tersebut, dibangun dengan RTG Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tipe 36 yang memiliki satu ruang keluarga, dua kamar tidur dan kamar mandi.
Untuk menambah kenyamanan penghuni, di kawasan, pembangunan Huntap juga dilengkapi prasarana pendukung oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.
Prasarana pendukung ini, berupa jaringan air bersih dan sanitasi komunal, jalan lingkungan dan drainase, sambungan listrik rumah, Penerangan Jalan Umum (PJU), gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, dinding penahan tanah, tempat sampah, dan fasilitas umum lainnya.
Baca Juga: Pascabencana, Pembagunan Tiga Huntap Ditarget Rampung Desember 2023
“Kemudian, fasilitas sosial seperti balai warga dan sarana peribadatan,” ungkapnya.
Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah menbangun Huntap Tahap 2A sebanyak 712 unit yang tersebar di 15 lokasi. Sementara pembangunan tahap pertama sebanyak 1.679 unit telah selesai pada 2022 dan mulai dihuni masyarakat.






