PALU, theopini.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Sulawesi Tengah mengikuti pelatihan Perlindungan Data Pribadi dan Keamanan Digital bagi jurnalis.
Pelatihan ini, diikuti 10 peserta dan berlangsung selama dua hari, 22-23 Juni 2024, di Sekretariat LPS-HAM Sulawesi Tengah.
Baca Juga: 25 Tahun AJI Palu, Komitmen Merawat Semangat Deklarasi Sirnagalih
“Kegitan ini, merupakan tindak lanjut dari Training of Trainer (ToT) yang sebelumnya diselenggarakan AJI Indonesia,” ungkap Pemateri, Moh Ridwan Lapasere, yang juga merupakan anggota AJI Palu, Minggu, 23 Juni 2024.
Menurutnya, ada tiga topik utama yang dibahas dalam pelatihan ini, yaitu pentingnya keamanan digital, pengenalan dan aplikasi tools keamanan digital.
Kemudian, materi training yang disampaikan melalui slide presentasi, audio visual, dan demonstrasi penggunaan Google Safety Key.
Data dari AJI menunjukkan, serangan digital yang menyasar media mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Pada 2020, terdapat tujuh kasus, yang menurun menjadi lima kasus pada 2021. Namun, melonjak menjadi 15 kasus pada 2022,” bebernya.
Data ini, sejalan dengan laporan dari Safenet, anggota Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ), yang mencatat 147 kasus serangan digital terhadap media dan wartawan pada 2020.
Bahkan, meningkat menjadi 193 kasus pada 2021, dan kembali naik 263 kasus pada 2022.
Moh Ridwan Lapasere menekankan pentingnya pelatihan ini untuk mitigasi serangan digital terhadap jurnalis.
“Diharapkan peserta memahami pentingnya keamanan digital, khususnya yang berkaitan dengan data pribadi dan informasi sensitif,” imbuhnya.
Selain itu, jurnalis juga diharapkan mampu mengaplikasikan sejumlah perangkat dan metode keamanan digital serta menggunakan Google Safety Key.
Baca Juga: Berikut Pemenang Lomba Tulis Artikel dan Foto pada HUT ke-26 AJI Palu
Pelatihan Keamanan Digital 2024 ini, merupakan langkah nyata dalam melindungi jurnalis dari ancaman serangan digital yang terus meningkat.
“Dengan pelatihan ini, jurnalis diharapkan dapat lebih siap dan tanggap menghadapi tantangan keamanan digital di era informasi yang semakin kompleks,” pungkasnya.






