Dukcapil Sigi Road Show Layani Administrasi Kependudukan

SIGI, theopini.idDinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah road show pelayanan administrasi kependudukan, Senin, 24 Juni 2024.

Kegitan ini, digelar pada momen peringatan HUT ke-16 Kabupaten Sigi, dengan menurunkan tiga bidang di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, yakni Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data, Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pelayanan Pencatatan Sipil.

Baca Juga: Aktivasi IKD, Pj Bupati Parimo Minta Masyarakat Dukung Program Dukcapil

“Kegiatan pelayanan ini, mencakup seluruh warga masyarakat Kabupaten Sigi, khususnya Marawola,” kata Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data, Edy Syupratman.

Ia mengatakan, administrasi kependudukan yang dilayani, pengajuan Kartu Identitas Anak (KIA), rekam dan cerak ktp elektronik, pindah datang penduduk, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), penerbitan akta kelahiran dan kematian.

Menurutnya, masayarakat sangat tampak antusias mendatangi loket pelayanan administrasi kependudukan yang berada seputaran lapangan sepak bola Desa Binangga, Kecamatan Marawola.

“Petugas melayani seluruh warga yang melakukan registrasi,” ujarnya.

Tujuan kegiatan ini, kata dia, untuk memberikan percepatan cakupan kepemilikan dokumen administrasi kependudukan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, dokumen administrasi kependudukan berupa e-KTP merupakan persyaratan dasar bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas pemerintah, seperti layanan kesehatan, pendidikan dan bantuan sosial lainnya.

“Pemerintah mendesain program untuk mensejahterakan masyarakat diseluruh tanah air, termasuk Kabupaten Sigi,” terangnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Dukcapil Sigi, Mohamad Riyadh menekankan, layanan administrasi kependudukan harus bebas dari praktik Pungutan Liar (Pungli).

Baca Juga: Disdukcapil Parimo Dapat Bantuan Cetak KTP dari Pemprov Sulteng

Olehnya, kata dia, integritas aparatur pelayanan public, khususnya di Dinas Dukcapil Sigi harus terus dijaga dengan baik.

“Kami harapkan budaya paradigma lama ini harus dibuang, dibersihkan, dibenahi. Sehingga jajaran Dukcapil Sigi mendapat image yang positif di mata masyarakat,” pungkasnya.