PALU, theopini.id – Tim Sahabat Jiwa membantah pemasangan spanduk berisi dukungan terhadap bakal calon Gubernur Sulawesi Tengah, Muhamad Irwan Lapatta sebagai strategi internal.
“Jika dikatakan ini strategi internal Tim Sahabat Jiwa, maka itu tidak benar. Malahan sama sekali tidak terpikirkan oleh kami bentuk dukungan seperti ini akan muncul,” tegas Tim Sahabat Jiwa, Abd Gafur, dihubungi Jum’at, 9 Agustus 2024.
Baca Juga: Irwan Lapatta Bantah Legowo Jika Golkar Usung Cudy di Pilkada 2024
Ia menegaskan, gerakan pemasangan spanduk berisi dukungan itu, murni bentuk aspirasi dari relawan yang memiliki jiwa militansi terhadap Muhamad Irwan Lapatta.
Bahkan, ia memastikan, pemasangan spanduk dukungan tidak ada dalam agenda. Sebab, tugas tim Sahabat Jiwa hanya terus mengawal elektabilitas Muhamad Irwan Lapatta.
“Selain itu, terus memperluas jaringan sahabat jiwa di seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Terlepas dari itu, Abd Gafur menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas bentuk dukungan yang tulus serta ikhlas dari para relawan.
“Sekali lagi buat teman-teman yang sudah memberi dukungan dalam bentuk apapun, kami Sahabat Jiwa hanya bisa mengucapkan terima kasih dan Apresiasi setinggi-tingginya,” ucapnya.
Diketahui, spanduk dukungan bakal calon gubernur Muhamad Irwan Lapatta, tiba-tiba beredar di sejumlah titik, sejak Rabu malam, 7 Agustus 2024.
Spanduk bertulisakan berbagai kalimat dukungan tersebut, seolah mengisyaratkan pesan ke Partai Golongan Karya (Golkar), agar dapat memberikan rekomendasi ke Muhamad Irwan Lapatta untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Silaturahmi Relawan Irwan Lapatta Minta Dukungan Warga Parimo Maju di Pilgub
Pantauan media ini, di jalan kelor, Kampung Baru, Diponegoro hingga Imam Bonjol, wilayah Kota Palu, terpasang spanduk dukungan bertuliskan “Golkar = Irwan Didukung Rakyat”, “Suara Golkar, Rakyat Bersama Irwan”, dan “Suara Rakyat, Suara Golkar. Bersama Irwan”.
Bukan hanya di Kota Palu, spanduk dukungan Muhamad Irwan Lapatta untuk Sulawesi Tengah, bertuliskan kalimat serupa juga terpasang di wilayah Toboli, Kabupaten Parigi Moutong, Sigi hingga Donggala.







Komentar