Disdikbud Parimo Tuntaskan Monitoring Program GSMS di 23 Sekolah

PARIMO, theopini.id Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menuntaskan pelaksanaan monitoring Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2024.

Monitoring tersebut, dilaksanakan Disdikbud Parimo kurang lebih sepekan, sejak 26 Agustus hingga 3 September 2024, di 23 sekolah.

Baca Juga: Disdikbud Parimo Monitoring Program GSMS di 23 Sekolah

“Kabupaten Parimo menjadi salah satu penerima program GSMS di Sulawesi Tengah, bersama dengan Kabupaten Banggai dan Donggala,” kata Kepala Bidang Kebudayaan, Ninong Pandake, di Parigi, Rabu, 4 September 2024.

Ia berharap, sekolah yang mendapatkan program GSMS dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) benar-benar serius dan mendukung hingga ke pentas akhir.

Ia pun mengimbau, pihak sekolah agar terus melanjutkan pembelajaran seni budaya, meski program GSMS ini telah berakhir.

Sebab, pengenalan sejarah budaya daerah di lingkungan sekolah, dapat dilakukan lewat pembelajaran seni.

Hal ini, sejalan dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, yang menyatakan pentingnya pengenalan sepuluh objek pemajuan kebudayaan pada siswa, mulai dari jenjang sekolah dasar.

“Saya berpesan kepada semua peserta GSMS, seniman dan pihak sekolah untuk dapat tampil maksimal pada pentas akhir yang rencananya akan digelar bulan ini,” pungkasnya.

Diketahui, program GSMS ini seniman mengajarkan seni pertunjukan, tari, musik, cabang seni baru, yaitu fotografi dan film.

Baca Juga: 23 Sekolah di Parimo Terima Program GSMS dari Kemendikbudristek

Pada seni tari dan pertunjukan ini, seniman mengangkat berbagai tema, mulai dari sejarah lokal, ceritra rakyat serta kearifan lokal daerah masing-masing.

Kegiatan monitoring GSMS ini, dilakukan bersama tim perumus dan jajaran Bidang Kebudayaan Disdikbud Parimo yang terbagi dua tim.

Komentar