PARIMO, theopini.id – Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari 40 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).
Bahkan, menjadi salah satu dari tiga kabupaten penerima program GSMS di Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini. Di mana dua di antaranya, yakni Banggai dan Donggala.
Baca Juga: DKK Dorong Realisasi Penerapan UU Pemajuan Kebudayaan di Daerah
Kabupaten Parimo, mendapat kuota 23 sekolah yang terdiri dari 15 Sekolah Dasar (SD) dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Melalui program GSMS ini, diharapkan 23 sekolah penerima program bisa lolos berkompetisi dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) hingga ke tingkat provinsi, bahkan nasional,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Sunarti, saat membuka rapat koordinasi program GSMS, di Parigi, Jum’at, 21 Juni 2024.
Ia juga mengharapkan, agar Bidang Kebudayaan Disdikbud Parimo, dan pihak sekolah melaksanakan studi tiru dengan daerah lain. Khususnya, untuk melihat serta saling belajar tentang seni dan kebudayaan.
Ia meminta agar Kepala Satuan Pendidikan mendukung program GSMS, selama dilaksanakan di sekolahnya.
Sehingga, para seniman serta asistennya bisa mengajar dengan baik dan peserta didik mendapatkan manfaat yang besar dalam program GSMS tersebut.
Diketahui, GSMS merupakan program para seniman yang memberikan pembelajaran kesenian, nilai budaya dan objek penemuan kebudayaan lainnya, tertuang dalam Undang-undang pemajuan kebudayaan pada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Baca Juga: Pemda Parimo Programkan Pembuatan Buku Kebudayaan
Program GSMS ini, dilaksanakan dalam rangka menanamkan kecintaan dan wawasan yang lebih luas tentang karya seni budaya. Sehingga dapat memperkuat karakter para peserta didik
Sumber pembiayaan program GSMS ini berasal dari APBN 2024, dan didukung APBD pada tahun yang sama.






