BANGGAI, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai, Provinsi Sulawes Tengah mengambil langkah strategis, untuk mengatasi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah perkotaan, melalui pemanfaatan potensi sumber daya air tanah.
Inisiatif ini diprakarsai, Bupati Banggai dan ditindaklanjuti Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk melakukan penelitian.
Baca Juga: Hadirkan Akses Air Bersih, TMMD Kodim 1306/Kota Palu Bantu Warga Palasa
“Langkah ini, merupakan bagian dari komitmen Pemda dalam mendukung program swasembada air, yang menjadi salah satu prioritas Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” kata Kepala BRIDA Kabupaten Banggai, Andi Nur Syamsy Amir, di Luwuk, Rabu, 20 November 2024.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan.
Dengan penelitian ini, Kabupaten Banggai selangkah lebih maju dalam mengimplementasikan program prioritas nasional tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian UGM, potensi cadangan air tanah di beberapa kecamatan di Kabupaten Banggai, seperti Luwuk Utara, Luwuk Selatan, dan Luwuk, terungkap cukup melimpah.
“Data menunjukkan, Kecamatan Luwuk Utara memiliki cadangan statis terbesar, yakni sekitar 2,9 miliar meter kubik. Sementara itu, Luwuk Selatan memiliki potensi 2,7 miliar meter kubik, dan Luwuk sekitar 1,09 miliar meter kubik,” urainya.
Jika potensi air ini dikelola dengan baik, kata dia, masyarakat tidak perlu lagi menghadapi masalah keterbatasan akses air bersih. Pemda Banggai dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih optimal.
Sebagai tindak lanjut, BRIDA bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai telah menyusun langkah-langkah implementasi hasil penelitian.
“Dinas PUPR menargetkan mulai mengaplikasikan hasil kajian ini pada 2025. Selain itu, penelitian juga akan diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Banggai untuk memastikan pemerataan manfaat program,” imbuhnya.
Selain memanfaatkan sumber daya air tanah, Pemda Banggai berencana mengusulkan teknologi mata air buatan di wilayah pertambangan yang telah direklamasi.
Teknologi ini, pertama kali diuji coba di Kecamatan Kintom untuk mendukung kebutuhan air di area perkebunan masyarakat.
Baca Juga: Diresmikan Pj Bupati Parimo, PT PLN Bangun Sarana Air Bersih di Desa Binangga
Ia menjelaskan, teknologi ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan perkebunan.
“Inovasi ini, akan menjadi topik dalam 41st International Association for Hydro-Environment Engineering and Research (IAHR) World Congress mendatang,” jelasnya.







Komentar