PARIMO, theopini.id – Suasana haru terjadi saat uji coba sarapan bergizi gratis di SDN Inpres Masigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Senin, 9 Desember 2024.
Pasalnya dalam momen itu, salah seorang siswa SDN Inpres Masigi, bernama Muhammad Farik sempat menolak memakam nasi kotak sarapan bergizi gratis yang diberikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pelita Prabu Kabupaten Parimo.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Perkuat Wawasan Kebangsaan Siswa SDN Pasau Poso Pesisir
Saat ditanya, Muhammad Farik mengutarakan keinginannya untuk membawa pulang kotak nasi tersebut, untuk ibunya di rumah.
“Saya tidak mau makan. Saya mau bawakan nasi untuk ibu saya di rumah,” ucap Muhammad Faruk.
Meski tak menjelaskan alasannya membawa pulang kotak nasi itu untuk ibunya, namun sikap yang ditunjukkan Muhammad Faruk membuat DPC Pelita Prabu Parimo dan tamu undangan yang hadir terharu.
DPC Pelita Prabu pun akhirnya bergegas menambah sekotak nasi lagi kepada Muhammad Faruk, agar dibawa pulang untuk ibunya.
Kepala SDN Inpres Masigi, Habni Ali mengaku, apa yang dilakukan Muhammad Faruk terjadi secara alami.
“Anaknya memang memiliki sifat empati seperti itu,” imbuhnya.
Ke depan, kata dia, pihaknya akan menambah jumlah kotak nasi sarapan bergizi gratis atau memberikan jatah siswa tidak hadir kepada yang lebih membutuhkan.
Sementara itu, Ketua DPC Pelita Prabu Parimo, Hamzah mengatakan, kejadian tersebut membuat seluruh panitia terharu.
Baca Juga: Tanpa Kendala, 67 Siswa SDN 3 Parigi Ikut ANBK
“Kami sudah mengirim videonya ke Pimpinan Pusat, sebagai bahan laporan,” ujarnya.
Momen tersebut, lanjutnya, membuktikan betapa pentingnya program sarapan bergizi gratis dilaksanakan, yang bertujuan untuk menyetuh langsung masyarakat membutuhkan.







Komentar