PARIMO, theopini.id – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Derah (Bappelitbangda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menggelar lokakarya analisis Stunting 2025 di Parigi, Senin, 16 Desember 2024.
“Kegiatan lokakarya ini, hasil dari tindak lanjut konvergensi yang telah dilakukan dibeberapa kecamatan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sosial Budaya pada Bappelitbangda Parimo, Ince Pina.
Baca Juga: Bappelitbangda Parimo Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting
Ia mengatakan, konvergensi merupakan kegiatan intervansi, terkoordinir dan terintegrasi bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo.
Melalui kegiatan lokakarya ini, diharapkan seluruh OPD terkait dapat meningkatkan kinerja dalam penurunan Stunting di Kabupaten Parimo.
Sebab, sebelumnya Kabupaten Parimo mendapat penghargaan kinerja terbaik di Sulawesi Tengah, dalam penurunan angka Stunting.
Olehnya, kinerja Pemda Parimo harus terus ditingkatkan agar prestasi yang sudah diraih dapat dipertahankan. Selain itu, penurunan Stunting akan lebih optimal.
Kegiatan tersebut, kata dia, diikuti seluruh OPD terkait, pemerintah kecamatan, Kepala Puskesmas dan petugas Gizi.
Baca Juga: Bappelitbangda Parimo Gelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD
Terkait upaya percepatan penurunan Stunting pada 2025, Pemda Parimo telah menetapkan sebanyak 38 desa sebagai lokus, dengan angka tertinggi terdapat di Desa Taopa.
“Dalam hal penurunan Stunting, peran masyarakat sangat dibutuhkan. Karena, jika hanya mengharapkan pemerintah mungkin program penurunan kasus ini, tidak bisa jalan,” pungkasnya.







Komentar