the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ragam

Jaga Produksi Padi Aman, Inilah 10 Jurus Pengendalian Hama Tikus

the OPINIbythe OPINI
13 Februari 2025
in Ragam
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
13 Februari 2025
in Ragam
Reading Time: 3 mins read
Jaga Produksi Padi Aman, Inilah 10 Jurus Pengendalian Hama Tikus

Tampak Mentan Amran Sulaiman melakukan penanaman padi. (Foto: Ist)

Baca Juga

Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

Komisi II DPRD Parimo Soroti Persoalan di Balik Program Cetak Sawah Lewat RDP

300 Hektare Tuntas, Parimo Siapkan Penyaluran 200 Hektare Bibit Kelapa

JAKARTA, theopini.id – Tikus merupakan salah satu hama utama tanaman pertanian, khususnya padi yang dapat mengancam penurunan produksi.

Keterlambatan pengendalian hama tikus, dan dilakukan setelah terjadinya serangan serta kurangnya monitoring petani yang menjadi problemnya.

Baca Juga: Kerap Timbulkan Korban Jiwa Petani Tak Gunakan Setrum Tikus Di Sawah

Menurut Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Rachmat, prinsip utama yang harus dipegang teguh terkait hama tikus adalah kompak bersama-sama, dalam areal luas dan berkelanjutan.

Pengendalian hama tikus diprioritaskan secara ramah lingkungan, bukan dengan cara yang membahayakan lingkungan bahkan nyawa manusia itu sendiri seperti penggunaan arus listrik.

“Pengendalian tikus dengan berbagai kombinasi ada 10 jurus jitu. Jurus ini menekankan pada cara-cara preventif karena biasanya penyelamatan pertanaman kadang terlambat disebabkan pengendalian dilakukan setelah terjadi serangan yang tinggi. Untuk itu, mulai sekarang mari kita rubah pola seperti itu,” kata Rachmat di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2025.

Adapun 10 jurus pengendalian hama tikus tersebut, pertama, sanitasi pembersihan lingkungan dari rumput dan semak belukar terutama di pematang. Kedua, sebarkan aroma menyengat dari bahan alami seperti fermentasi urine sapi atau kambing.

“Ketiga, gropyokan.  Yaitu kegiatan gotong royong yang dilakukan petani untuk membasmi hama tikus di sawah. Gropyokan tikus merupakan kearifan lokal yang sudah menjadi tradisi di beberapa desa. Tujuannya menyelamatkan hasil panen, mengurangi populasi tikus. Waktu paling tepat sebelum tanam saat olah lahan,” sebutnya.

Jurus ke empat, yaitu lubang aktif di pematang diguyur air atau lumpur. Kelima, memasang bubu perangkap atau Trap Barrier System (TBS), adalah teknik pengendalian hama dengan menangkap banyak tikus sawah terus menerus, selama musim tanam (sejak tanam hingga panen).

TBS dianjurkan untuk digunakan pada daerah endemik tikus, yaitu wilayah yang populasi tikusnya selalu tinggi sehingga terjadi serangan tikus pada setiap musim tanam.

“Jurus ke enam adalah pengemposan dengan bahan belerang alami di lubang-lubang tikus. Ketujuh, memasang rumah burung hantu (Rubuha). Pembuatan Rubuha sebagai upaya pengendalian hama tikus dengan bantuan burung hantu sebagai musuh alami hama tikus,” ungkapnya.

Rachmat menuturkan jurus pengendalian tikus yang ke delapan adalah menggunakan umpan yakni campuran ubi gadung, kulit kamboja, ragi tape, ikan dan bekatul.

Ramuan ini, dapat disiapkan oleh petani secara mandiri atau dalam kelompok, sehingga lebih efektif dalam mengendalikan tikus di lahan pertanian yang luas.

“Jurus kesembilan adalah tidak membunuh ular sawah karena musuh alami tikus. Jurus kesepuluh adalah jangan menggunakan jebakan listrik berbahaya. Cara ini tidak hanya membunuh tikus, tapi dapat juga merenggut nyawa manusia,” tuturnya.

Perlu diketahui, tikus merupakan hama utama tanaman padi (Oryza sativa L.) yang dapat menurunkan hasil produksi cukup tinggi. Pada umumnya, tikus sawah (Rattus argentiventer) tinggal di pesawahan dan sekitarnya, mempunyai kemampuan berkembangbiak sangat pesat.

Baca Juga: Perempuan Paruh Baya Di Banggai Meninggal Tersengat Listrik Jebakan Tikus

Secara teoritis, satu pasang ekor tikus mampu berkembangbiak menjadi 2000 ekor per tahun. Walaupun keadaan ini jarang terjadi, tetapi hal ini menggambarkan, betapa pesatnya populasi tikus dalam setahun.

Apabila ini tidak dikendalikan, akan menyebabkan kerusakan tanaman dan penurunan hasil produksi padi.

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #Kementan#Mentan
ShareSendTweet
Previous Post

Ariza Patria: Kemendes PDT Dukung Efisiensi Anggaran

Next Post

Tikam Remaja di Banggai, Pria Asal Jombang Ditangkap Polisi

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Kekeringan Ekstrem Jadi Ancaman Pertanian di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya

Kekeringan Ekstrem Jadi Ancaman Pertanian di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya

7 Oktober 2026
Lansia 70 Tahun Belum Kembali Usai Mencari Kayu Bakar di Bukit Limpo

Lansia 70 Tahun Belum Kembali Usai Mencari Kayu Bakar di Bukit Limpo

7 Oktober 2026
PM2,5 Palu Tembus 206 µg/m³, JATAM Sulteng Minta Pemerintah Telusuri Sumber Polusi

PM2,5 Palu Tembus 206 µg/m³, JATAM Sulteng Minta Pemerintah Telusuri Sumber Polusi

6 Oktober 2026
DLH Parimo Belum Bisa Pastikan Dampak Kabut Asap, Masih Tunggu Analisis KLH

DLH Parimo Belum Bisa Pastikan Dampak Kabut Asap, Masih Tunggu Analisis KLH

6 Oktober 2026
Sambut Bulan PRB, BPBD Parimo Siapkan Penanaman Pohon hingga Water Rescue

Sambut Bulan PRB, BPBD Parimo Siapkan Penanaman Pohon hingga Water Rescue

6 Oktober 2026
Nelayan Hilang Kontak di Perairan Touna Ditemukan Selamat Setelah 5 Hari Pencarian

Nelayan Hilang Kontak di Perairan Touna Ditemukan Selamat Setelah 5 Hari Pencarian

5 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

7 Oktober 2026
Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

7 Oktober 2026
Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Rp250 Juta per Bulan untuk Sampah, DLH Gorontalo Dorong Pengurangan dari Rumah

Rp250 Juta per Bulan untuk Sampah, DLH Gorontalo Dorong Pengurangan dari Rumah

7 Oktober 2026
Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

7 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Kemenag Verifikasi 4,6 Juta Santri, Ubah Pendataan dari Agregat ke BNBA

Kemenag Verifikasi 4,6 Juta Santri, Ubah Pendataan dari Agregat ke BNBA

4 Oktober 2026
BRI Tekankan Nilai Pancasila Sebagai Prinsip Pelayanan kepada Masyarakat

BRI Tekankan Nilai Pancasila Sebagai Prinsip Pelayanan kepada Masyarakat

1 Oktober 2026
Nelayan Dilaporakan Hilang, Tim SAR Sisir Perairan Kebetan Tolitoli

Nelayan Dilaporakan Hilang, Tim SAR Sisir Perairan Kebetan Tolitoli

5 Oktober 2026
Petani Jagung Pombalowo Dapat Bantuan Pestisida dari Polres Parimo

Petani Jagung Pombalowo Dapat Bantuan Pestisida dari Polres Parimo

1 Oktober 2026
HIPPI Gorontalo Didorong Jadikan Kopiah Karanji sebagai Identitas Organisasi

HIPPI Gorontalo Didorong Jadikan Kopiah Karanji sebagai Identitas Organisasi

3 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d